Beranda Satelit Depok Atap Belakang Kelurahan Duren Mekar, Kota Depok Rusak

Atap Belakang Kelurahan Duren Mekar, Kota Depok Rusak

0
Atap Belakang Kelurahan Duren Mekar, Kota Depok Rusak
DICKY/RADARDEPOK RUSAK: Atap bagian belakang kantor Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari yang mengalami kerusakan, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
RUSAK: Atap bagian belakang kantor Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari yang mengalami kerusakan, kemarin.

DEPOK – Pemkot Depok harus bergerak cepat dalam memperbaiki infrastruktur kantor Kelurahan Duren Mekar (Dumek), Kecamatan Bojongsari. Pasalnya, kerusakan atap belakang kantor Kelurahan Duren Mekar semakin parah tiap waktunya dan perlu mendapatkan perbaikan, kemarin.

LPM Kelurahan Dumek, Ahmad Khairul Kahfi mengatakan, dahulu kerusakan atap kantor kelurahan tidak seperti sekarang ini. Namun, lantaran tidak kunjung diperbaiki, kerusakan atap kelurahan semakin melebar.

“Kami sudah melaporkan kerusakan atap belakang kantor kelurahan kepada Pemkot Depok,” ujar Kahfi kepada Radar Depok, kemarin.

Kahfi mengungkapkan, tidak kunjungnya mendapatkan respon cepat dari Pemkot Depok, membuat dirinya merasa khawatir akan terjadi kerusakan lain di kantor tersebut. Dia mencontohkan, apabila tidak dilakukan perbaikan, bukan tidak mungkin lantai keramik bagian belakang kantor kelurahan turut rusak karena terkena langsung hujan dan panas.

Tidak hanya itu, sambung Kahfi sudah selayaknya kantor Kelurahan Dumek mendapatkan perbaikan secara menyeluruh seperti kelurahan lain, untuk menjadi lebih representatif. Ditambah lagi Kelurahan Dumek memiliki lahan parkir yang minim dan tidak dapat menampung kendaraan, apabila Kelurahan Duren Mekar mengadakan kegiatan kemasyarakatan maupun penyampaian program.

“Kami ingin Pemkot Depok dapat memberikan perhatian kepada kantor Kelurahan Dumek,” terang Kahfi.

Sementara itu, keluhan atas minimnya lahan parkir juga dilontarkan salah satu masyarakat Dumek yakni Haikal. Haikal menuturkan, minimnya lahan parkir kelurahan membuat dirinya harus memarkirkan kendaraan di lahan kosong samping kelurahan. Hal itu membuat dirinya merasa khawatir saat meminta pelayanan, bukan tanpa sebab apabila kendaraan ditinggal terlalu lama, dikhawatirkan akan terjadinya pencurian kendaraan.

“Jangan sampai lantaran minimnya lahan parkir, membuat hal yang tidak diinginkan seperti pencurian kendaraan terjadi di kantor kelurahan,” tutup Haikal. (dic)