Beranda olahraga Depok Sport Bawa Dua Gelar

Bawa Dua Gelar

0
Bawa Dua Gelar
PBSI/NET PERTAHANKAN GELAR: Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir sukses mempertahankan gelar juara di Indonesia Terbuka 2018. JUARA: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjuarai Indonesia Terbuka 2018.
PBSI/NET
PERTAHANKAN GELAR: Tontowi Ahmad /Liliyana Natsir sukses mempertahankan gelar juara di Indonesia Terbuka 2018. KANAN: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjuarai Indonesia Terbuka 2018.

JAKARTA – Indonesia dan Jepang saling berbagi gelar di Blibli Indonesia Open 2018 BWF World Tour Super 1000. Kedua negara sama-sama membawa pulang dua gelar. Indonesia merebut gelar dari sektor ganda campuran melalui Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir dan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon.

Tontowi-Liliyana mempertahankan gelar juara mereka setelah mengalahkan ganda Malaysia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying dalam partai ulangan Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sementara Kevin-Marcus meraih gelar pertamanya di Indonesia Open setelah menang atas unggulan ketujuh asal Jepang, Takuto Inoue-Yuki Kaneko.

Gelar itu membayar kegagalan mereka tahun lalu ketika mereka bahkan tidak lolos dari babak pertama. Tahun lalu, mereka ditundukkan pasangan Denmark Kim Astrup-Andres Skaarup Rasmunssen.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir akhirnya boleh berlega hati. Mereka sukses mematahkan kutukan tak pernah juara di Istora Senayan setelah naik ke podium tertinggi Indonesia Terbuka 2018, Minggu (8/7).

Berpasangan selama sembilan tahun dan belum pernah sekalipun menang di Istora Senayan, Owi/Butet akhirnya berhasil menuntaskan pencapaian tersebut usai mengandaskan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Owi/Butet menang dua game langsung 21-17 dan 21-8.

“Akhirnya setelah sekian lama, saya juara juga di Istora! Dari awal saya sudah punya keyakinan akan juara karena pola bermain bisa diterapkan dengan baik,” ujar Owi semringah.

Butet pun mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut. “Akhirnya kutukan Istora udah nggak akan dibahas-bahas lagi. Semua sudah dibayar lunas,” ujarnya.

Sukses menjuarai Indonesia Terbuka 2018 pun diakui Owi/Butet membuat mereka semakin yakin bisa menyabet gelar di Asian Games 2018.

“Hasil hari ini sudah jadi bukti kami bisa menembus Istora Senayan. Kami akan tetap fokus latihan serius, karena walau lawannya sama, tapi event-nya berbeda. Ada waktu sebulan lebih sedikit, kami akan manfaatkan dengan baik,” ujar Butet.

Sementara itu, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menebus penampilan mengecewakan mereka di Indonesia Terbuka 2017 dengan menjuarai Indonesia Terbuka 2018, Minggu (8/7).

Tahun lalu, The Minions hanya sanggup bermain di babak pertama setelah mereka dipermalukan pasangan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Senayan. Tahun ini, performa memalukan itu dibayar lunas.

Kevin/Marcus mengangkat trofi juara setelah mereka mengalahkan pasangan Jepang Takuto Inoue/Yuki Kaneko 21-13 dan 21-16. Hasil ini menjadi kemenangan kedua The Minions di Istora Senayan setelah menjuarai Indonesia Masters 2018 bulan Januari lalu. “Senang sekali bisa juara di sini. Minggu lalu kan kami kalah di Malaysia Terbuka 2018. Bisa membalasnya dengan menang di kandang sendiri rasanya puas sekali,” ujar Marcus.

Kevin/Marcus menuturkan, mereka selanjutnya akan berusaha merebut dua gelar juara bergengsi yang belum pernah mereka rasakan, yakni Kejuaraan Dunia 2018 dan Asian Games 2018.

Walau waktunya mepet, keduanya tidak mau menjadikan hal itu alasan untuk tidak tampil maksimal. “Kedua gelar ini sangat berarti buat kami. Kami harus pintar atur waktu dan jaga mental,” kata Kevin.

Dengan kemenangan Kevin/Marcus, Indonesia sukses memboyong dua gelar juara di Indonesia Terbuka 2018. Satu gelar lagi dikunci oleh ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang menundukkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying 21-17 dan 21-8. (kar/isa/JPC)