FOTO: Sahat Farida Berlian, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Depok
Sahat Farida Berlian, Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok

DEPOK – Wakil Ketua Komisi D DPRD Depok, Sahat Farida Berlian mengatakan, kasus pelecehan seksual terhadap perempuan perlu menjadi perhatian khusus.

Meski, Pemkot Depok akan menambah CCTV di beberapa titik jalan untuk memantau aksi kejahatan jalan, sehingga dengan mudah pelaku ditangkap.

Tapi, pemasangan CCTV bukan hal yang tepat atau utama. Melainkan, Pemerintah Kota Depok harus intervensi kepada masyarakarnya dengan melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (TP2TPA), terus melakukan bimbingan. Artinya setiap ada kasus pelecehan harus tanggap hingga selesai. “Jadi pelaku tidak takut sama tuhanya, tapi takut dengan CCTV,” kata Sahat.

Terkait kasus seksual oleh guru terhadap murid, adalah kegagalan bersama. Kejadian tersebut berlangsung berhari-hari, dan memakan belasan korban.

“Menurut penjelasan salah satu orang tua korban, kepala sekolah menahan agar kasus tidak di blow up demi menjaga kehormatan sekolah. Hingga akhirnya orangtua inisiatif melapor sendiri ke polisi,” jelas Sahat.

Pertanyaannya adalah, bagaimana mekanisme evaluasi pengawasan sekolah, hingga kecolongan untuk kasus ini. Sahat melanjutkan, kepala sekolah harus memiliki mental kuat, bila ada kasus atau masalah harus berani menghadapi, apapun itu. “Ini secara mandiri orang tua mengurus sendiri,” ujarnya.

Sahat menambahkan, hal ini tidak boleh terulang lagi pelaku harus dihukum keras. Karena korban bukan hanya satu dua orang saja. “Tentu tidak menjadi tramuatik bagi korbannya,” tandas Sahat.(irw)