Beranda Metropolis Delapan Korban Guru Mesum di Depok Direhab

Delapan Korban Guru Mesum di Depok Direhab

0
Delapan Korban Guru Mesum di Depok Direhab
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK KOORDINASI LANJUTAN : Sejumlah perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat berkoordinasi dengan perwakilan Pemerintah Kota Depok di Kantor Balaikota Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KOORDINASI LANJUTAN : Sejumlah perwakilan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saat berkoordinasi dengan perwakilan Pemerintah Kota Depok di Kantor Balaikota Depok, kemarin.

DEPOK – Tak mau korban guru WA menjadi pelaku kekerasaan seksual dikemudian hari. Kemarin, Komisi Perlindungan Anak Indoneisa (KPAI), kembali berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok. Hasilnya, ada delapan korban yang berhasil direhabilitasi oleh tim psikolog gabungan antara Pemerintah Depok dan KPAI.

Komisioner Bidang Pendidikan KPAI, Retno Listyarsi mengatakan, hingga saat ini sudah ada delapan anak yang menjadi korban pencabulan oknum guru, telah mengikuti program rehabilitasi. “Total ada 12 anak, yang sudah ditangani dan menjalani rehabilitasi ada delapan anak,” ungkap Retno kepada Harian Radar Depok di Pemkot Depok, Selasa (3/7).

Pemkot Depok melalui P2TP2A, kata Retno, masih terus membujuk beberapa korban lain yang belum mau mengikuti program rehabilitasi. Kata dia, ada dua anak yang baru akan mengikuti rehabilitasi. ”Sedangkan sisanya dua orang belum mau, tapi pihak P2TP2A terus membujuk,” ucap dia.

Retno mengakui, proses asessment yang dilakukan kepada seluruh korban menunjukkan perkembangan positif. Ditambah lagi, Pemerintah Kota Depok telah siap membiayai untuk seluruh proses rehabilitasi, hingga sembuh.

“Ini perkembangan positif yang patut diapresiasi, agar korban (pencabulan) tidak jadi pelaku. Karena, diperkirakan 70 persen korban bisa saja menjadi pelaku. Seluruh pihak disini, mau berkoordinasi dengan baik,” katanya.

Selanjutnya, untuk kedepan pemerintah Kota Depok telah mengambil langkah dengan mengumpulkan seluruh kepala sekolah dasar yang ada di Kota Depok, untuk membahas mengenai penyuluhan. “Ini nanti seluruh kepsek akan dikumpulkan, untuk membahas masalah ini dan juga mengenai penyuluhan bila memang diperlukan di setiap sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Fitri Psikolog P2TP2A menegaskan, proses penanganan rehabilitasi terhadap delapan anak korban pencabulan dilakukan berbeda-beda, sesuai pendataan asessment yang telah dilakukan oleh pihaknya.

“Dari delapan anak itu penaganannya berbeda, begitupun juga orang tua. Ada yang mulai dari tanggal 20 Juni treatment. Sebetulnya ingin mengejar soal rehabilitasi itu saat liburan,” paparnya.

Diketahui sebelumnya, belasan bocah SD di Depok menjadi korban kekerasaan seksual oknum guru di Kota Depok bulan lalu. Parahnya lagi, saat melakukan hal yang tak sesuai agama dan moral, dilakukan di skeolah dan ada juga yang diluar sekolah. Hingga saat ini, oknum guru tersebut telah mendekam dibalik jeruji besi Mapolresta Kota Depok. (irw)