Beranda Utama Dexlite Naik, Tarif Tetap

Dexlite Naik, Tarif Tetap

0
Dexlite Naik, Tarif Tetap
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKTIFITAS TERMINAL DEPOK : Sejumlah bus terparkir saat menunggu penumpang di kawasan Terminal Kota Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKTIFITAS TERMINAL DEPOK : Sejumlah bus terparkir saat menunggu penumpang di kawasan Terminal Kota Depok, kemarin.

DEPOK – Meski hanya seribu rupiah, namun kenaikan harga Dexlite sangat berdampak pada pengendara bus yang biasa mangkal di Terminal Depok. Para sopir menilai, kenaikan harga Dexlite berdampak pada biaya operasional bus.
Sutisna, salah satu Sopir bus yang biasa mangkal di Terminal Depok mengaku, kenaikan harga dexlite sangat memengaruhi biaya operasional kendaraan, sehingga biaya operasional pascakenaikan harga dexlite menjadi membengkak. “Naiknya mendadak, sopir juga ngga tahu, kenapa tiba-tiba harganya naik,” kata Sutisna kepada Radar Depok, kemarin (3/7).

Namun lanjutnya, belum menaikan harga tarif, dia mengaku masih menggunakan harga lama, karena dirinya takut menyalahi aturan.

“Kita masih pakai harga lama, kalau saya naikin secara sepihak nanti malah kesalahan lagi saya,” kata Sutisna.
Hal senada juga disampaikan Regar, sopir angkutan jurusan Depok Pasar Minggu, harga yang naik secara tiba-tiba bagaikan petrir yang menyambar di siang bolong.

“Kemarin, waktu mau isi bensin pagi-pagi kok cuma sedikit, saya Tanya kepada petugasnya katanya naik,” kata Regar.
Dia juga mengaku belum menaikan tarif angkutan, karena menurutnya kenaikan tariff aka nada intruksi dari organda atau dinas terkait.

“Kami meminta agar pemerintah segera menyesuaikan tarif angkutan paska naiknya harga BBM,” kata Regar.

Sebelumnya, PT Pertamina menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series mulai Minggu (1/7) dan berlaku di SPBU seluruh Indonesia.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito menjelaskan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex, merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik, di mana saat ini harga minyak dunia rata-rata mencapai 75 dolar per barel.

“Bahan baku BBM adalah minyak mentah, tentunya saat harga minyak dunia naik akan diikuti dengan kenaikan harga BBM. Indonesia merupakan negara pengimpor minyak karena tidak seimbangnya antara supply dan demand, serta kecenderungan permintaan meningkat karena pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Adiatma menambahkan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex tersebut, dilakukan Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Atas ketentuan tersebut, maka Pertamina menetapkan harga Pertamax untuk wilayah DKI Jakarta Rp9.500 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp10.700 per liter. Sedangkan untuk Dex Series, ditetapkan harga Pertamina Dex Rp10.500/liter, dan Dexlite Rp9.000/liter.

Sementara itu harga Pertamax di wilayah Indonesia Timur seperti di Maluku dan Papua mengalami penurunan menjadi Rp9.700/liter.

“Penyesuaian harga ini juga agar Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediaakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan secara terus menerus sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktifitas sehari-hari dimanapun,” jelasnya.(rub/chi/jpnn)