IST FOR RADARDEPOK MELATIH: Petugas DKPP memberikan pelatihan cara BERcocok tanam Hydropoik kepada warga binaan P2WKSS.
IST FOR RADARDEPOK
MELATIH: Petugas DKPP memberikan pelatihan cara BERcocok tanam Hydropoik kepada warga binaan P2WKSS.

Sebanyak 30 warga di lokasi  Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Kecamatan Cipayung dikenalkan sistem pertanian hydroponik oleh Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok. Dengan sistem ini, warga bisa bertanam sayur dan kebutuhan lainnya, tanpa perlu lahan yang luas.

LAPORAN: INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di lokasi  P2WKSS RW05, Kelurahan Ratujaya, Cipayung, pegawai DKPP Kota Depok tampak sedang memberikan pelatihan kepada puluhan warga binaan di lokasi tersebut.

Kepala Seksi Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP, Hary Adam mengatakan, pihaknya ingin memberikan ilmu bercocok tanam kepada warga binaan agar dapat melaksanakan kemandirian pangan kedepanya.

“Selain memberikan pelatihan, kami juga membimbing peserta dengan praktik. Supaya warga P2WKSS dapat mengaplikasikan langsung cara yang benar bercocok tanam dengan sistem hydroponik,” ujarnya.

Adam menyebut, sistem hydroponik memiliki berbagai macam manfaat seperti hasil panen lebih baik, terbebas dari hama dan penyakit, hemat air dan pupuk, serta yang terpenting menjadi solusi atas masalah keterbatasan lahan.

“Untuk menghasilkan tanaman yang baik, dibutuhkan kesabaran dan keseriusan yang tinggi. Menerapkan sistem hidroponik memang susah-susah gampang. Tetapi, cara ini bisa dilakukan di mana saja, termasuk di pekarangan rumah yang terbatas,” tambahnya.

Diakuinya, DKPPP akan menyediakan fasialitas bercocok tanam seperti lahan, bibit, nutrisi serta penyuluh yang mumpuni di bidangnya. Nantinya warga akan dibimbing berkelanjutan, meski program P2WKSS berakhir.

“Tujuan utama kami adalah memberikan kemandirian ekonomi. Diharapkan, setelah kegiatan ini berakhir, masyarakat bisa menghasilkan rupiah dari hasil hidroponik. Ini bagus untuk menambah pendapatan, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya. (*)