Beranda Metropolis DPUPR Ogah Perbaiki Jalan Juanda Depok

DPUPR Ogah Perbaiki Jalan Juanda Depok

0
DPUPR Ogah Perbaiki Jalan Juanda Depok
RUBIAKTO/Radar Depok BAHAYA: Lubang di Jalan Juanda sangat membahayakan pengendara sepeda motor, terlebih saat malam hari, karena lubang tersebut tidak terlihat jelas.
RUBIAKTO/Radar Depok
BAHAYA: Lubang di Jalan Juanda sangat membahayakan pengendara sepeda motor, terlebih saat malam hari, karena lubang tersebut tidak terlihat jelas.

DEPOK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok, tidak mau memperbaiki lubang di Jalan H Juanda. Masalahnya, status jalan tersebut masuk dalam jalan nasional, yang berada di bawah naungan pemerintah pusat.

Kepala DUPR Kota Depok, Manto Jorghi mengatakan, perbaikan lubang di Jalan H Juanda bukan tanggung jawab Pemkot Depok. Alasannya, jalan itu berstatus sebagai jalan nasional. Tugas Dinas PUPR menangani jalan kota. Yang menjadi tanggungan Pemkot Depok sepanjang kurang lebih 1.283 kilometer. Sedang tanggungan Provinsi Jabar kurang lebih 11 kilometer. Jalan nasional kurang lebih 41 kilometer.

Menurutnya, lubang itu merupakan dampak dari kendaraan berat proyek pembangunan apartemen yang berada di Jalan Juanda. “Kerusakan di Jalan Juanda karena kendaraan berat proyek apartemen. Makanya yang memberikan izin buka pedistrian pembangunan apartemen tersebut dari BBPJN, bukan dari Dinas Perhubungan Kota Depok,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, untuk memperbaiki lubang, pihaknnya mengaku telah berkomunikasi dengan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN). Bila Dinas PUPR Kota Depok turun tangan dalam perbaikan lubang, maka anggaran akan bertambah. “Sudah dihubungi pihak P2JN untuk ditindaklanjuti. Jangan sampai double penganggaran pemeliharaan dengan PUPR Pusat,” terangnya.

Terkait 1.283 kilometer yang menjadi tanggungan Pemkot Depok, Manto menyebut jumlah itu berasal dari jalan kolektor, lokal, dan lingkungan. Jalan kolektor dan lokal sepanjang 547,63 kilometer, serta jalan lingkungan sepanjang 735,37 kilometer.

Sementara itu, salah satu pengguna jalan Yossa mengeluhkan, lubang di Jalan Juanda karena membahayakan pengendara sepeda motor, terlebih saat malam hari. Meski tidak cukup dalam, lubang itu mempengaruhi laju kendaraan sepeda motor.

Di sekitar lubang juga berserakan pasir yang dapat menganggu penglihatan dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Lubangnya sih tidak terlalu dalam, cuma kalau sepeda motor lewat bisa oleng, dan membahayakan karena bisa jatuh,” kata warga Kecamatan Sukmajaya itu.(rub)