Duel Mematikan

0
Duel Mematikan

RUSIA – Swedia akan menjamu Inggris dalam pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2018 di Samara Stadium, Sabtu (7/7) pukul 21:00 WIB. Keduanya sama-sama berat saat melewati dibabak 16 besar. Swedia mengakhiri perlawanan Swiss dengan skor tipis 1-0 di babak 16 besar. Gelandang bintang Emil Forsberg, yang mandul memberikan assist dan gol di penyisihan grup, akhirnya mulai memberikan kontribusi positif untuk Swedia.

Sementara itu, Inggris melalui jalan yang lebih panjang untuk melewati hadangan Kolombia. Inggris butuh adu penalti untuk menaklukkan Kolombia, dan itu adalah kemenangan adu penalti pertama Inggris di turnamen besar.

Kapten Harry Kane membawa Inggris unggul lewat titik putih pada menit 57, yang membuatnya makin kukuh di puncak daftar top scorer sementara dengan enam gol dalam tiga penampilan. Hanya sayang, gawang Inggris dibobol oleh Yerry Mina saat injury time dan babak ekstra pun digelar. Tak ada gol tercipta, butuh adu penalti untuk mencari pemenang.

Inggris sempat cemas ketika penendang ketiga Jordan Henderson digagalkan oleh David Ospina, tapi rupanya nasib baik masih berpihak pada mereka. Mateus Uribe membidik tiang gawang, dan Jordan Pickford menepis penalti Carlos Bacca. Eric Dier kemudian menjadi algojo penentu kemenangan.

Henderson pun merasa berutang budi kepada Pickford. Sebab bagaimanapun Henderson sempat khawatir Inggris bakal gagal karena penaltinya yang tidak masuk.

“Saya berterima kasih kepadanya, saya sangat berterima kasih, saya selamanya berutang budi kepadanya. Dia bilang Mackems (orang-orang Sunderland) harus bersatu!” ungkap Henderson seperti dikutip Sky Sports.

“Anda jelas takut yang terburuk bakal terjadi ketika gagal penalti, tapi Pickers tampil brilian dengan penyelamatannya. Kami benar-benar tim yang sangat kompak, saya pikir Anda bisa melihatnya.”

Kapten tim Andreas Granqvist mengatakan Swedia tak akan merubah gaya permainan saat bertemu Three Lions.

Mereka memiliki lebih sedikit penguasaan bola daripada semua kecuali satu lawan mereka di turnamen sejauh ini, dan hanya memiliki 33 persen selama kemenangan mereka atas Meksiko dan Swiss.

Pendekatan ini telah menjadikan Swedia lebih baik, karena mereka hanya kebobolan satu dari empat pertandingan mereka dan mencapai delapan besar untuk pertama kalinya dalam 24 tahun.

“Biasanya tim lain memiliki pemain yang lebih baik di atas kertas. Kami membiarkan mereka memiliki bola di tempat yang kami ingin mereka memiliki bola,” ujar Granqvist.

“Jika Anda melihat permainan yang kami mainkan, tentu saja lawan memiliki lebih banyak penguasaan bola, tetapi kami telah menciptakan lebih banyak peluang. Beginilah kami bermain, inilah yang harus kami lakukan.

“Ini adalah kekuatan kami dan kami harus menunjukkan kualitas kami melawan tim kuat lainnya. Ini adalah cara bagi kami untuk sukses dan kami akan terus seperti ini.”

Di Piala Dunia 1990, 1998, 2002 dan Euro 1996, 2004, 2012, Inggris selalu kalah setiap kali harus melakoni adu penalti. Namun kutukan itu sudah berakhir. Wajar jika sekarang mereka diselimuti optimisme dan kepercayaan diri tinggi.

Inggris ingin lolos dari perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1990, sedangkan Swedia berambisi mengulangi prestasi heroik maju ke semifinal seperti 1994. Pemenangnya akan menghadapi Kroasia atau tuan rumah Rusia.(net/hmi)