Beranda Pendidikan FPHI Depok Resmikan Sekretariat

FPHI Depok Resmikan Sekretariat

0
FPHI Depok Resmikan Sekretariat
SANI/RADAR DEPOK WADAH ASPIRASI: Para tenaga pendidik dan kependidikan (TPK) honorer di Kota Depok berfoto bersama usai peresmian kantor Sekretariat Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok, yang berada di Gang Masjid Ar-Rahmah, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Sabtu (7/7).
SANI/RADAR DEPOK
WADAH ASPIRASI: Para tenaga pendidik dan kependidikan (TPK) honorer di Kota Depok berfoto bersama usai peresmian kantor Sekretariat Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok, yang berada di Gang Masjid Ar-Rahmah, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Sabtu (7/7).

DEPOK – Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan (TPK) honorer di Kota Depok sedang berbangga hati. Kini, mereka sudah memiliki kantor Sekretariat Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kota Depok yang berada di Gang Masjid Ar-Rahmah, Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan. Sabtu (7/7), gedung tersebut diresmikan.

Koordinator Daerah FPHI Kota Depok, Jujun Rosandi mengatakan, Sekretariat FPHI bertujuan mengikat tali silaturahmi rekan-rekan TPK sekolah negeri di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Depok.

Untuk itu, ia ingin agar para guru mulai berbenah diri, dimulai dari mengubah mindset untuk menunjukkan kualitas sebagai TPK profesional.

“Cara berpikir lama jangan dipakai lagi, harus diubah sehingga dinas dan masyarakat menilai kualitas kita dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) setara sebagai pekerja yang baik,” kata Jujun saat membuka peresmian.

Dengan berdirinya kantor sekretariat FPHI Kota Depok menambah jumlah sekretariat yang tersebar di seluruh penjuru daerah di Indonesia. Sebelumnya organisasi yang dibentuk 2014 silam bermarkas di Kota Bekasi. Namun, hingga kini sudah tersebar di DKI Jakarta, Pulau Jawa, dan Kalimantan.

Jujun berterima kasih kepada Pemkot Depok karena sudah mulia menunjukkan kepeduliannya terhadap TPK honorer. Di antaranya, melalui program pelatihan dan pembinaan, serta penetapan standarisasi gaji guru.

Ia berharap, agar di tahun 2019 Pemkot Depok dapat mewujudkan impian TPK honorer mendapatkan tambahan penghasilan yang berbentuk insentif, gaji 13 hingga Tunjangan Hari Raya (THR) walaupun nominalnya bervariatif sesuai dengan masa kerja.

“Kami akan membantu pekerjaan para pengurus organisasi guru yang ada untuk lebih maksimal, antara FPHI dan organisasi guru tetap bersinergi dan selalu beriringan demi tujuan pendidikan secara keseluruhan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen FPHI Kota Depok, M. Nur Rambe mengatakan, sesuai dengan visi utama FPHI yang melekatkan hak tenaga honorer di Indonesia sesuai dengan UU serta aturan lainnya, guna mendukung kesejahteraan hidup para pegawai yang memiliki harapan lebih baik sebelum ditingkatkan statusnya menjadi ASN.

“Kami ingin sekiranya Surat Keputusan yang sudah dijanjikan Walikota dan Disdik Depok segera dapat kami terima,” pungkasnya. (san)