Beranda Politika Gerindra: Perhitungan PKS Tak Mewakili Tim Asyik

Gerindra: Perhitungan PKS Tak Mewakili Tim Asyik

0
Gerindra: Perhitungan PKS Tak Mewakili Tim Asyik
RICKY/RADAR DEPOK AKRAB: Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi bersama Cawagub Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna dan pengurus serta kader, pada perayaan satu dasawarsa Partai Gerindra, di Jalan Boulevard Raya, GDC, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya.
RICKY/RADAR DEPOK
AKRAB: Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi bersama Cawagub Jawa Barat, Ahmad Syaikhu, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna dan pengurus serta kader, pada perayaan satu dasawarsa Partai Gerindra, di Jalan Boulevard Raya, GDC, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya.

DEPOK DPD Partai Gerindra Jawa Barat menyatakan hasil penghitungan tim internal PKS tidak mewakili Tim Pemenangan Sudrajat – Ahmad Syaikhu (Asyik). Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Mulyadi usai PKS merilis hasil Pilgub Jabar 2018, di kantor sekretariatnya, Rabu (4/7)

“Menyikapi ramainya pemberitaan tentang hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur Jawa Barat oleh PKS, DPW Jawa Barat, ada beberapa hal yang perlu kami luruskan,” kata Mulyadi berdasarkan rilis yang diterima Radar Depok, Kamis (5/7)

Menurut Mulyadi, Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) adalah pasangan yang diusung oleh koalisi antara Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Selain ketiga partai tersebut, pasangan ini juga mendapat dukungan dari beberapa partai lain di antaranya PBB, Partai Idaman, dan sebagian kader dari PPP.

“Pernyataan pers Ketua PKS Jawa Barat, Bapak Nur Supriyanto, yang merilis hasil perhitungan suara tidaklah mewakili tim pemenangan Asyik, melainkan atas nama PKS Jawa Barat. Meski demikian, kami menghormati sikap dan langkah tersebut,” papar Mulyadi.

Saat ini, sambung Mulyadi, tim pemenangan gabungan belum selesai merekap hasil suara dan masih mengumpulkan data C1 dari seluruh TPS di Jawa Barat. Kemudian, tahapan yang sedang dilakukan adalah merekap perolehan suara dari setiap kabupaten dan kota.

“Tim pemenangan Asyik akan tetap menjunjung tinggi demokrasi dan menaati konstitusi. Karena itu, kami bersikap tetap menunggu hasil pengumuman KPUD Jawa Barat pada 9 Juli 2019 mendatang,” ungkapnya.

Selain itu, Mulyadi menambahkan, tim pemenangan gabungan baru akan bersikap dan menentukan langkah selanjutnya apabila terjadi ketidakcocokan perolehan suara antara versi pengumuman KPUD dengan rekapitulasi versi C1 asli yang dimiliki Tim Gabungan.

“Kami meminta kepada seluruh warga Jawa Barat khususnya pendukung pasangan Asyik, agar tetap menahan diri, bersabar menunggu pengumuman resmi, menjaga ketertiban demokrasi dan menghormati konstitusi,” ucap Mulyadi.

Sementara, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, pihaknya tetap mengikuti instruksi dari DPD, yakni menunggu hasil resmi berdasarkan rekapitulasi dari KPU Jawa Barat.

Kendati demikian, ia bersyukur karena hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat Kota Depok, di Gedung Sasono Mulyo, Kecamatan Cilodong, Rabu (4/7). Pasangan Asyik di Depok unggul dengan 358.129 suara.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan pengurus, anggota fraksi, sayap partai, kader partai, simpatisan, relawan dan partai koalisi atas capaian tersebut,” kata Wakil Walikota Depok ini.

Menurutnya, hasil tersebut mencerminkan bahwa mesin partai bekerja dengan maksimal untuk turun menyentuh masyarakat untuk menyosialisasikan pasangan Asyik di Depok. “Ini juga sebagai modal dan bahan evaluasi bagi kami guna menghadapi Pileg dan Pilpres 2019,” ucap Pradi. (cky)