Beranda Utama Kalimat Thayyibah

Kalimat Thayyibah

0
Kalimat Thayyibah
K.H. A. mahfudz Anwar, Pimpinan Pesantren Al-Hamidiyah Depok
K.H. A. mahfudz Anwar, Pimpinan Pesantren Al-Hamidiyah Depok

Oleh: K.H. A. mahfudz Anwar

(Pimpinan Pesantren Al-Hamidiyah, Depok)

Alhamdulillah perhelatan pilkada serentak seluruh Indonesia telah berjalan dengan lancar, dilalui tanpa kegaduhan dan kerusuhan sosial yang berarti. Hal ini selain berjalannya demokrasi di negeri ini juga atas Rahmat Allah swt. Banyak doa yang dipanjatkan oleh sebagian besar masyarakat dalam mengawal proses Pilkada.

Issu-issu politik kotor yang ditebar di berbagai medsos ternyata masih kalah dengan kalimat-kalimat thayyibah yang juga ditebar oleh orang-orang baik yang merasa memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa dan negara ini.

Allah swt membuat perumpamaan kalimat thayyibah dengan pohon yang baik. Yaitu pohon yang besar yang berakar kuat dan dahan nya menjulang tinggi ke langit. Bahkan mampu menghasilkan buahnya sepanjang masa.

Jadi kalimat thayyibah itu sangat berpengaruh positif terhadap perilaku manusia. Bahkan kalimat thayyibah bisa menjadi indikator kebaikan manusia. Salaamatul insan min hifdzil lisaan: selamatnya manusia karena pandai menjaga lisan.

Lalu kalimat thayyibah itu apa? Menurut sebagian tafsir berarti “kalimat tauhid”, kalimat Laa Ilaaha Illah, tiada Tuhan selain Allah. Di mana kalimat tauhid itu bisa membuahkan perilaku baik. Sebagaimana air yang jernih itu mengalir dari sumber yang bersih.

Juga bisa berarti kalimat baik lainnya yang sejenis. Kalimat thayibah juga bisa berdampak kematangan jiwa serta kematantapan hati. “Alaa bi zikrillahi tathmainnul qulub”. Zikir kepada Allah bisa menenangkan hati.

Pelajaran Bahasa

Bahasa adalah budaya bangsa. Semakin tinggi budaya suatu bangsa, maka semakin tinggi pula bahasanya. Hal ini juga tercermin pada perjuangan Rasulullah saw. sebelum mengenalkan arti penting Ibadah, beliau terlebih dahulu mengajarkan Bahasa Arab yang baik. Bahasa Al-Qur’an itu bahasa yang bernilai sangat tinggi.

Bahasa Al-Qur’an merupakan bahasa yang bernilai sastra tinggi dan bermakna sangat baik. Sehingga dengan Bahasa Al-Qur’an budaya bangsa Arab bisa berubah menjadi baik. Dan itu sebagai bukti bahwa pengajaran bahasa menjadi penting manakala ingin merubah (membangun) budaya suatu bangsa.

Jadi kalimat thayyibah itu bisa menjadi modal dasar dalam pembangunan bangsa dan negara ini. Baik melalui arti letterleg maupun makna yang lebih luas. Semoga (*)