Beranda Satelit Depok Kegigihan Dedi Sulaiman Menjadi Loper Koran di Kota Depok

Kegigihan Dedi Sulaiman Menjadi Loper Koran di Kota Depok

0
Kegigihan Dedi Sulaiman Menjadi Loper Koran di Kota Depok
DICKY/RADARDEPOK ULET: Dedi Sulaiman, saat memperlihatkan Koran Radar Depok yang menjadi jajakannya untuk mengantarkan kesetiap pelanggan koran di wilayah Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
ULET: Dedi Sulaiman, saat memperlihatkan Koran Radar Depok yang menjadi jajakannya untuk mengantarkan kesetiap pelanggan koran di wilayah Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Nasib seseorang sudah menjadi suratan takdir Tuhan. Manusia hanya dapat menjalankannya dengan ikhlas. Hal itulah yang menjadi pedoman Dedi Sulaiman mejalankan profesi sebagai loper koran sejak tahun 1984. Mendapatkan penghasilan sebesar Rp900ribu perbulan, Dedi bermimpi ingin menguliahkan kedua anaknya.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Menggunakan sepeda, Dedi Sulaiman dengan sabar menyusuri setiap jalan di wilayah Kecamatan Bojongsari, untuk mengantarkan koran kepada langganannya. Kulit menghitam akibat teriknya matahari, tidak menyurutkan semangat Dedi untuk menghidupi keluarganya.

Usai mengantarkan koran, Dedi mengatakan, mengantarkan koran merupakan pekerjaan yang dia tekuni sejak remaja. Menurutnya, menjadi loper koran merupakan pekerjaan yang halal, walaupun tidak sedikit masyarakat memandang penghasilan loper koran tidak cukup untuk memenuhi kehidupan. Namun berkat ketekunan dan keikhlasan penghasilan menjadi loper koran dinilai lebih baik dan berkah.

“Sebulan saya mendapatkan uang sekitar Rp900 ribu dan Alhamdulillah dapat memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar Dedi.

Pria yang kerap menggunakan topi tersebut mengungkapkan, sepeda menjadi salah satu alat kendaraannya untuk mengantarkan koran. Pada 1985 untuk memiliki sepeda, dia harus kredit selama satu setengah tahun, sehingga sepeda tersebut dapat membantu dia menjalankan tugas menyampaikan koran ke tangan pelanggan.

Warga RT1/1, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, sejak subuh sudah harus mengambil koran ke salah satu agen di wilayah Parung, Kabupaten Bogor. Dirinya harus secepat mungkin untuk mengantarkan koran ke wilayah, Kelurahan Curug, Kelurahan Bojongsari, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari. Tidak hanya itu, dirinya harus mengantarkan koran ke wilayah Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Semua itu dia lakukan untuk membesarkan kedua anaknya, yakni Ahmad Juanda dan Aidil Fikri. Dia merasa bersyukur walaupun bekerja sebagai loper koran dan berpenghasilan jauh dari kata cukup, keluarganya tidak pernah mengeluh dan selalu memberikan dukungan kepada dirinya sebagai loper koran.

“Selama pekerjaan yang saya jalankan halal, keluarga akan tetap mendukung,” tutup Dedi. (*)