Beranda Satelit Depok Kisah Usaha Mpok Yati di Kelurahan Duren Seribu, Depok

Kisah Usaha Mpok Yati di Kelurahan Duren Seribu, Depok

0
Kisah Usaha Mpok Yati di Kelurahan Duren Seribu, Depok
DICKY/RADARDEPOK LAYANI: Pemilik rumah makan Mpok Yati, Yati (kiri) saat mendampingi konsumen yang sedang menikmati hidangan masakan di warung miliknya di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
LAYANI: Pemilik rumah makan Mpok Yati, Yati (kiri) saat mendampingi konsumen yang sedang menikmati hidangan masakan di warung miliknya di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Tidak ada yang menyangka, berawal dari usaha rumah makan biasa, kini rumah makan Mpok Yati di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, menjadi primadona wisata kuliner di Kota Depok. Ditelisik, usaha dan olahan masakan tersebut merupakan warisan keluarga yang sudah berjalan selama 25 tahun.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Secara bergantian sejumlah pengunjung rumah makan Mpok Yati yang berada di wilayah Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, dipenuhi pemburu kuliner atau masyarakat yang menyempatkan diri untuk makan siang. Terlihat, sejumlah pegawai rumah makan tersebut tampak sibuk memberikan pelayanan kepada konsumen rumah makan Mpok Yati.

Pemilik rumah makan Mpok Yati, Yati (52) mengatakan, usaha rumah makan sudah dia tekuni sejak 25 tahu yang lalu. Saat itu, dia membantu ibunya yakni Jannah, berjualan warung makan di wilayah Lebak Wangi, Kabupaten Bogor. Saat itu, dia belajar dari orang tuanya bagaimana menciptakan masakan yang enak dan bergizi.

“Namun pada 1990 saya diminta ibu untuk melanjutkan usahanya,” ujar perempuan yang memiliki dua anak tersebut.

Perempuan kelahiran 1965 tersebut mengungkapkan, untuk memperkaya wawasan dan menciptakan menu baru, dia melakukan inovasi sejumlah resep masakan, salah satunya pecak ikan yang hingga kini banyak dicari masyarakat. Menurutnya, pecak ikan yang di buat memiliki kunci khusus dalam penyajian bumbu, sehingga pencinta kuliner, akan mengetahui keistimewaan pecak ikan rumah makan miliknya.

Dalam sehari, lanjut Yati untuk pecak ikan mas dia mampu menyajikan 60 hingga 100 ekor ikan mas, sedangkan ikan gurame mencapai 20 hingga 40 ekor. Kemajuan usaha rumah makan miliknya tidak membuat dirinya lupa akan agama, dia memiliki keinginan untuk menunaikan ibadah haji. Dia berharap, dapat menunaikan rukun Islam ke lima tersebut.

“Sudah mendaftar semoga pada 2019 atau 2020 dapat berangkat ke tanah suci,” tutup Yati. (*)