Beranda Metropolis Longsaran Limbah TPA Cipayung Kota Depok Diangkut

Longsaran Limbah TPA Cipayung Kota Depok Diangkut

0
Longsaran Limbah TPA Cipayung Kota Depok Diangkut
IRWAN/RADAR DEPOK DIANGKUT : Alat berat amfibi milik DKLH mengeruk sampah yang turun dari tumpukan sampah TPA Cipayung yang menutupi Kali Pesangrahan, Senin (2/7).
IRWAN/RADAR DEPOK
DIANGKUT : Alat berat amfibi milik DKLH mengeruk sampah yang turun dari tumpukan sampah TPA Cipayung yang menutupi Kali Pesangrahan, Senin (2/7).

DEPOK – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, bergerak cepat. Kemarin, material limbah atau sampah yang menutupi bidang Kali Pesangarahan akibat longsor diangkut. Banyaknya sampah di aliran kali lantaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung sudah overload.

“Kita angkat sampah yang turun dari tumpukan sampah,” kata Kepala UPT TPA Ardan, kepada Harian Radar Depok, Senin (2/7).

Menurutnya, sampah di TPA Cipayung memang sudah overload. Diharapkan sampah di Depok dibuang ke TPA Regional Lulut-Nambo di Kabupaten Bogor. Hingga kini masih belum bisa dibuang ke area tersebut, sehingga sampah dari warga Depok masih dibuang di TPA Cipayung.

“Ketinggian sampah di TPA Cipayung mencapai sekitar 28 meter masih di bawah 30 meter. Sedangkan untuk normalnya diketinggian 20 meter,” kata dia.

Diharapkan, tahun depan sampah di Depok bisa dibuang ke TPA Regional Lulut-Nambo. Juga pembuangan sampah di sana 800 ton perhari, hal ini sedang diajukan oleh Pemerintah Kota Depok ke pihak UPT Regional Lulut-Nambo. “Sehingga sampah tidak lagi dibuang ke TPA Cipayung,” tutur dia.

Pemerintah Kota Depok, kata dia, akan membebaskan lahan di sekitar zona TPA Cipayung untuk bupperzone TPA, dan untuk penataan Kali Pesanggerahan.

Bupperzone ini, j berfungsi untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH), dan batas TPA dengan permukiman warga sekitar yakni Kelurahan Pasir Putih, Sawangan dan Kelurahan/ Kecamatan Cipayung.

“Insya Allah pembebasan lahan akan dilaksanakan yang dananya dialokasikan di APBD Perubahan tahun 2018,” jelas Ardan.

Menangapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami mengatakan,  TPA Cipayung sudah lama disebutkan sudah overload, kini ketinggian sudah diatas batas aman.

Ini jadi warning bahwa DLHK Kota Depok harus kembali serius mengelola sampah berbasis kawasan, dan melibatkan msyarakat dalam pengurangan sampah.

“Setiap bank sampah itu efektif mengurangi sampah loh. Minimal 25 persen dari sampah rumahtangga (non organik) bisa direduksi dan bisa diuangkan,” kata Sri.

Jika sampah organik dikelola, maka akan berkurang lagi 60 persen total timbulan sampah di TPA Cipayung. Ini berarti akan mereduksi 85 persen sampah yang sedianya dikirim ke TPA.

“Masalahnya DLHK tidak serius menekuni kebijakan ini, karena nyatanya sampah tercampur tetap saja diangkut. Sampah yang longsor menutupi bidang kali harus segera diangkut secara masif,” bebernya.

Sebelumnya, limbah alias sampah di TPA Cipayung longsor. Akibatnya, Kali Pesanggran meluap. Parahnya lagi, banjir di Jalan Mawar RT2/4 Kelurahan Pasir Putih, Sawangan semakin menjadi-jadi.

Pantaun Radar Depok dilokasi, longsaran sampah sampai menutupi badan Kali Pesangerahan. Sehingga, aliran kali dari Bogor tidak mengalir secara maksimal. Sementara di lokasi RT2/4 Pasir Putih banjir terus menggenang, sambil alat berat menguruk material sampah.

Salah satu warga RT2/4 Pasir Putih, Mail M mengatakan, semakin parah longsoran sampah di Kali Pesangerahan. Bukannya sampah yang longsor diangkat tapi malah membuat jalan truk atau eskavator di titik longsor. Jadi membuat materoial sampah menutupi badan kali. “Sudah semakin parah longsornya, malah sekarang sampah menutupi kali,” singkatnya kepada Harian Radar Depok.(irw)