Beranda Politika Melihat Pohon Gandaria di DPRD Kota Depok, Prasasti Hidup Naming Bhotin

Melihat Pohon Gandaria di DPRD Kota Depok, Prasasti Hidup Naming Bhotin

0
Melihat Pohon Gandaria di DPRD Kota Depok, Prasasti Hidup Naming Bhotin
RICKY/RADAR DEPOK PRASASTI HIDUP : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna didampingi Ajudan Ketua DPRD Kota Depok, Achmad Djamaludin melihat pohon Gandaria yang ditanam mantan Ketua DPRD Kota Depok, Naming D Bhotin di halaman perpustakaan DPRD Kota Depok, GDC Kecamatan Cilodong, Selasa (3/7)
RICKY/RADAR DEPOK
PRASASTI HIDUP : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna didampingi Ajudan Ketua DPRD Kota Depok, Achmad Djamaludin melihat pohon Gandaria yang ditanam mantan Ketua DPRD Kota Depok, Naming D Bhotin di halaman perpustakaan DPRD Kota Depok, GDC Kecamatan Cilodong, Selasa (3/7)

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, pribahasa yang dipelajari di jenjang sekolah dasar yang berarti seorang manusia terutama diingat jasa-jasanya atau kesalahan-kesalahannya. Perbuatannya ini, baik maupun buruk akan tetap dikenal meskipun seseorang sudah tiada lagi. Demikian juga dengan almarhum  Naming D Bhotin, politikus senior yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok periode 2004-2009 di lingkungan Gedung DPRD Kota Depok.

 Laporan : Ricky Juliansyah

Usai menghadiri rapat paripurna, Selasa (3/7) Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna bersama Ajudan Ketua DPRD Kota Depok, Achmad Djamaludin melihat pohon Gandaria yang terdapat di halaman perpustakaan DPRD Kota Depok, GDC Kecamatan Cilodong.

Pohon Gandaria tersebut bukan sembarang pohon. Karena merupakan peninggalan dari almarhum  Naming D Bhotin, politikus senior yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok periode 2004-2009 ini yang meminta untuk menanam pohon Gandaria tersebut.

“Ini almarhum Wan Naming (Sebutan Naming D Bhotin.red) yang menanam. Beliau meminta dijaga dan jangan di tebang,” tutur Djamaludin.

Ajudan Ketua DPRD Kota Depok selama tiga periode ini mengisahkan, saat Wan Naming masih hidup, ia pernah diminta untuk mengambilkan daun muda dari pohon Gandaria yang terdapat di halaman Perpustakaan DPRD Kota Depok ini untuk dijadikan lalap.

“Wan Naming suka minta dipetikin daunnya, untuk dijadikan lalap bersama sambal terasi. Peninggalan Wan Naming selain Pohon Gandaria ini, juga masjid yang ada di belakang,” kenang Djamaludin.

Gandaria sendiri merupakan nama pohon dan buah yang mempunyai nama latin (ilmiah) Bouea macrophylla. Dan, pohon ini juga ditetapkan sebagai flora identitas dari provinsi Jawa Barat, mendampingi macan tutul (Panthera pardus).

Karenanya, Pradi Supriana yang saat itu juga tengah mengenang politikus senior partai Golkar yang pernah mengabdikan diri sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Depok periode 1999-2004 dan Ketua DPRD Kota Depok periode 2004-2009 ini meminta agar pohon tersebut dirawat dan dilestarikan.

“Wan Naming itu sahabat sekaligus bapak saya. Apa yang beliau tinggalkan ini tentu berkesan. Sebab,  saat ini menjadi salah satu kekayaan bangsa kita, kalau bisa dirawat dengan baik,” tutur Pradi.

Meski berbeda partai, bagi Pradi, Wan Naming merupakan sosok polikus yang santun dan menjadi panutan bagi dirinya. Bahkan, menjadi guru bagi Pradi yang saat ini telah menjadi Wakil Walikota Depok. “Depok membutuhkan dan merindukan sosok seperti Wan Naming, berkarisma dan menjadi tauladan bagi semua,” ucap Pradi. (*)