Beranda Politika Mesin Partai Pendukung Asyik Paling Efektif

Mesin Partai Pendukung Asyik Paling Efektif

0
Mesin Partai Pendukung Asyik Paling Efektif
Foto: Asep Warlan Yusuf
Foto: Asep Warlan Yusuf

DEPOK Menilik raihan suara pasangan Sudrahat-Ahmad Syaikhu (Asyik) pada hitung cepat. Pengamat Politik Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menilai mesin partai pengusung Asyik paling efektif berkerja.

Pasalnya, dapat membalikan hasil survei dari beberapa lembaga yang sebelumnya cendrung memunculkan dua pasang calon teratas, yakni pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan pasangan nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar).

Meski di urutan teratas ada pasangan nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul yang sejak awal diprediksi mampu berada di posisi teratas. Tetapi, paslon Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi yang sebelumnya diperkirakan menjadi saingan terdekat pasangan nomor 1, tidak dapat berbicara banyak.

Justru, pasangan Sudrajat dan Ahmad Syaikhu yang hanya mendapatkan 7-10 persen tiap lembaga survei mengeluarkan rilis elektabilitas mereka mendapat hasil prolehan suara di hitung cepat mencapai 28 persen atau berada di posisik ke dua.

Fenomena ini dikatakan pengamat politik Universitas Parahyangan, Profesor Asep Warlan Yusuf merupakan kekuatan mesin politik yang berjalan efektif dari partai pengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu, yakni PKS dan Gerindra.

“Terutama PKS yang sedari dulu punya kader militan sekali lagi menunjukan militansi mereka. Hasilnya di luar dugaan,” kata Warlan saat dihubungi Radar Depok.

Guru besar Universitas Parahyangan ini melanjutkan, kader dan mesin partai yang bergerak secara efektif itu, mampu menggerus perkiraan lembaga survei yang menyebut tingkat popularitas dan elektabilitas lemah dari pasangan yang diusung dua partai oposisi di dalam pemerintahan tersebut.

“Bisa dibilang, meski secara hasil suara di hitung cepat Asyik kalah, namun kerja mesin partai saya nilai sangat berhasil,” lanjutnya.

Warlan menyebutkan, jika pasangan nomor tiga juga terlambat panas. Posisi penghitungan cepat beberapa lembaga juga menjelaskan hal tersebut. “Say rasa pasangan Asyik itu terlambat panas, mereka berhasil banyak merebut suara swing voter,” terang dia.

Dia memprediksi, jika Pilgub Jawa Barat lebih lama dua minggu dari waktu yang telah ditentukan, pasangan nomor 3 ini dapat memimpin perolehan suara. “Kalau waktu pelaksanaan pilgub lebih lama, kerja dan hasil paslon nomor 3 saya rasa akan lebih maksimal,” ucap dia. (cky)