Beranda Depok Sport Piala Dunia Perang Klasik Eropa Vs Amerika

Perang Klasik Eropa Vs Amerika

0
Perang Klasik Eropa Vs Amerika
Piala Dunia 2018 Rusia.
Piala Dunia 2018 Rusia.

Delapan tim terbaik melaju ke perempat final Piala Dunia 2018. Inggris menjadi tim terakhir yang meraih tiket perempat final setelah menyingkirkan Kolombia, Rabu (4/7) dini hari WIB, lewat adu penalti.

Inggris yang sebelumnya tak pernah menang dalam adu penalti di Piala Dunia, justru membuat sejarah. The Three Lions memupus tabu selalu gagal dalam adu penalti di pentas Piala Dunia.

Kegagalan Kolombia membuat wakil Amerika Selatan di perempat final hanya dua. Selain itu, sejumlah tim unggulan pun rontok. Setelah Jerman gagal di fase grup, kini tim kuat lain juga harus pulang setelah gagal di babak 16 besar. Sebut saja Argentina, Portugal, dan Spanyol.

Kejutan terbesar jelas diciptakan tuan rumah Rusia. Tim asuhan Stanislav Cherchesov itu menyingkirkan Spanyol, juara Piala Dunia 2010, lewat drama adu penalti. Rusia – semenjak Uni Soviet bubar – untuk pertama kalinya melaju ke perempat final Piala Dunia.

Tim-tim yang tampil di perempat final adalah Uruguay, Prancis, Brasil, Belgia, Rusia, Kroasia, Swedia, dan Inggris. Eropa diwakili enam tim, sedangkan Amerika Selatan dua negara. Duel seru jelas Brasil kontra Belgia. Kedua tim adalah tim yang digadang-gadang berpeluang besar bisa mengangkat trofi. Namun, keduanya sudah harus bentrok di perempat final.

Seperti apa kekuatan delapan negara yang masuk perempat final. Berikut sedikit ulasannya. Pertama,Timnas Uruguay. Mereka  lolos ke babak perempat final setelah mengalahkan Portugal dengan skor 2-1. Edinson Cavani jadi bintang kemenangan di laga itu dengan dua gol yang dicetaknya ke gawang Rui Patricio.
Uruguay tampil solid di Piala Dunia kali ini, dan belum pernah kebobolan lewat permainan terbuka. Satu-satunya gol yang mereka derita berawal dari sepak pojok. Sebagai negara yang pernah dua kali mengangkat trofi Piala Dunia, Uruguay kali ini bisa bermimpi untuk meraih trofi Piala Dunia ketiga untuk mereka. Fernando Muslera, Diego Godin, Edinson Cavani, dan Luis Suarez adalah nama-nama yang jadi motor permainan Uruguay.

Kedua, Prancis. Timnas Prancis merupakan salah satu tim besar yang tampil cukup apik di Piala Dunia 2018. Setelah hanya meraih kemenangan-kemenangan tipis di babak penyisihan, Prancis mengeluarkan kekuatan terbaik mereka di babak 16 besar. Les Bleus mampu menunjukkan level terbaik di laga lawan Argentina lewat kemenangan 4-3. Kombinasi kecepatan Kylian Mbappe dan Antoine Griezmann di lini depan jadi senjata maut Prancis. Kehadiran Paul Pogba dan N’Golo Kante di lini tengah juga jadi jaminan kualitas Prancis untuk menguasai dan mendominasi permainan. Juara Piala Dunia 1998 ini bisa bermimpi untuk jadi juara dunia untuk kedua kalinya.

Ketiga Brasil. Tim Samba ini lolos ke babak delapan besar dengan menyingkirkan Meksiko. Pada laga lawan Meksiko, Brasil diuji oleh ketangguhan kiper Guillermo Ochoa sebelum akhirnya menang 2-0. Penampilan Neymar di babak 16 besar jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia bisa jadi motor serangan Brasil, bukan hanya sekadar lewat aksi individu, melainkan juga lewat operan-operan ke rekan-rekannya. Brasil kali ini juga punya lini pertahanan yang solid dan baru kebobolan satu gol. Timnas Brasil dalam kondisi terbaik untuk mengejar ambisi titel juara dunia kelima.

Keempat Belgia. Timnas Belgia layak jadi salah satu favorit juara Piala Dunia tahun ini. Eden Hazard dan kawan-kawan sukses melalui laga sulit saat tertinggal dua gol dan akhirnya menang 3-2 atas Jepang. Dari materi tim yang dimiliki, Belgia kini ada di posisi yang sejajar dengan tim-tim besar lainnya. Skuat asuhan Roberto Martinez ini punya pemain bintang dari lini belakang hingga depan.Tak hanya itu, Belgia juga punya materi pemain cadangan yang kualitasnya tak berbeda jauh dari pemain inti. Belgia yang tengah memiliki generasi emas bisa berharap mereka mencetak sejarah di Piala Dunia 2018.

Kelima Rusia. Mereka datang ke perempat final dengan kegembiraan luar biasa. Mereka mampu menjejakkan kaki ke babak delapan besar dengan mengalahkan salah satu favorit juara, Spanyol. Rusia juga tak hanya sekadar mengandalkan faktor tuan rumah dan dukungan penonton. Rusia mampu menampilkan strategi yang membuat Spanyol kesulitan mengembangkan permainan. Rusia tak akan lagi terbebani di Piala Dunia kali ini karena mereka sudah mencapai perempat final. Hal itu akan membuat mereka bisa lebih melejit di babak delapan besar.

Lalu keenam ada Timnas Kroasia. Mereka terus menampakkan diri sebagai tim yang layak diperhitungkan dalam bursa juara. Dalam laga lawan Denmark, Kroasia mampu lepas dari maut setelah memenangkan drama adu penalti. Kroasia punya gelandang yang berkualitas sehingga hal itu jadi jaminan tim tersebut bakal punya peluang besar untuk selalu menguasai permainan. Kroasia kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dengan duel lawan Rusia, Kroasia punya kansa yang cukup besar untuk menyamai pencapaian Kroasia di Piala Dunia 1998.

Timnas ketujuh Swedia. Swedia, bersama Rusia, adalah tim yang bisa disebut tak memiliki pemain bintang kelas dunia di antara peserta perempat final. Namun, Swedia punya kolektivitas permainan yang sangat baik dan hal itu sudah dibuktikan pada tiap laga yang mereka jalani hingga babak perempat final.

Swedia punya pertahanan yang hebat dan serangan yang cukup baik. Di babak perempat final, Swedia akan coba kembali membuktikan bahwa kolektivitas tim bisa saja mengalahkan tim dengan pemain-pemain bintang.

Terakhir Timnas Inggris. Inggris bisa terus mengumbar optimisme di Piala Dunia 2018. Di saat sejumlah tim besar berguguran, Inggris yang punya banyak pemain muda dalam skuat mereka justru terus menunjukkan perkembangan.Kemenangan adu penalti atas Kolombia membuat Inggris membuktikan mereka sudah siap dengan misi meraih Piala Dunia kali ini. Harry Kane yang jadi pencetak gol terbanyak sejauh ini akan terus jadi tumpuan serangan ‘Three Lions’.(net/hmi)