Beranda Metropolis Peremas Payudara di Depok Dituntut Empat Bulan

Peremas Payudara di Depok Dituntut Empat Bulan

0
Peremas Payudara di Depok Dituntut Empat Bulan
IRWAN/RADAR DEPOK DIUNGKAP : Kanit Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis memperlihatkan pelaku peremas payudara di Jalan Kuningan, Kemirimuka, Kecamatan Beji, yang sempat viral di media sosial.
IRWAN/RADAR DEPOK
ILUSTRASI: Kanit Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis memperlihatkan pelaku peremas payudara di Jalan Kuningan, Kemirimuka, Kecamatan Beji, yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

DEPOK – Terdakwa kasus peremas payudara di Kota Depok Ilham Sinna Tanjung (30) menjalani sidang tuntunan di Pengadilan Negeri Depok, kemarin. Dalam sidang yang dilakukan tertutup, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Depok, Putri Dwi Astrini menilai Ilham terbukti bersalah melakukan dengan cara meremas payudara Raden Amanda Febriana Soeriawidjaya (22).

“Dengan menimbang dari segala perbuatan terdakwa telah terbukti dengan sengaja, terbuka melanggar kesusilaan di belakang bank Mandiri KCP Depok. Menjatuhkan hukuman selama empat bulan penjara,” kata Putri kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Kejadian berawal saat terdakwa berangkat dari rumahnya untuk membeli pulsa pada Kamis (11/1). Karena tidak menemukan kios pulsa, terdakwa melintas ke arah jalan Kuningan RT1/18 Kelurahan Kemirimuka, Beji.

Sekitar pukul 14:29 WIB, Ilham melihat Amanda sedang berjalan kaki seorang diri. Melihat korbannya, Ilham menurunkan kecepatan laju sepeda motornya hingga mendekati korban.

“Setelah terdakwa berada di dekat samping kanan korban. Menggunakan tangan kirinya terdakwa langsung memegang payudara Raden Amanda Febriana Soeriawidjaya sebanyak satu kali,” tuturnya.

Mendapat perlakuan itu, Amanda kaget dan langsung meneriaki terdakwa dengan perkataan “Kurang ajar lo!”. Ilham bergegas mempercepat laju sepeda motornya guna melarikan diri setelah mendengar makian dari Amanda.

“Bahwa atas kejadian tersebut selanjutnya korban melaporkan terdakwa ke Polresta Depok. Beberapa hari kemudian terdakwa berhasil ditangkap oleh anggota kepolisian dari Polresta Depok,” ujar Putri.

Dari hasil penggeledahan polisi menemukan sepeda yang digunakan terdakwa saat melancarkan aksinya. Setelah mencocokan dengan rekaman CCTV di tempat kejadian, polisi mengamankan terdakwa dan barang bukti ke Mapolresta Depok.

JPU menjerat Ilham dengan dakwaan tunggal. Yakni, pasal 281 ayat 1 KUHP yang dimana ancaman maksimalnya selama dua tahun delapan bulan penjara. Kasus ini sempat menyita perhatian masyarakat karena polisi memutuskan untuk tidak menahan Ilham.

“Benar terdakwa bersalah, dan ini tindak kesusilaan bukan pelecehan seksual. Jadi memang hukumanya rendah,” katanya diruang sidang PN Depok, Kamis (5/7).

Tak sampai disana, lanjut Putri juga, rendahnya tuntutan itu juga lantaran terdakwa telah mengakui seluruh perbuatannya dalam beberapa kali persidangan. Yakni Ilham terbukti dengan sengaja memegang payudara karyawati tersebut ketika melintas dilokasi perkara.

“Setelah dekat korban, terdakwa menggunakan tangan kiri langsung meras payudara korban sebanyak satu kali. Kejadian ini terekam CCTV salah satu rumah warga,” tuturnya.

Ditanya hakim soal pelecehan seksual yang dilakukan terdakwa, Putri menyebutkan hal itu tak terbukti sama sekali dalam berita acara penyidikan (BAP) Satreskrim Polresta Depok. Adapun pasal yang disangkakan kepada terdakwa adalah 281 ayat 1 KUHP tentang kesusilaan dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

Seperti diketahui, aksi pelecehan seksual yang dialami Raden Amanda Febriana Soeriawidjaya terjadi Kamis (11/01), siang, lalu. Saat itu gadis berhijab ini hendak berangkat kerja dengan berjalan kaki di Gang Kuningan, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Tak lama kemudian Ilham Sinna Tanjung yang menggunakan motor Honda Vario Putih bernopol B 3720 EAS, yang datang dari arah belakang langsung meremas payudaranya. Korban pun kemudian melaporka kejadian itu ke Mapolresta Depok, Jumat (12/01), siang.

Setelah tiga hari mendapatkan laporan korban, Satreskrim Polresta Depok berhasil menangkap terdakwa. Ilham Sinna Tanjung pun ditangkap polisi dari rumahnya di Jalan Cibubur Raya, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis pada Senin (15/01), tengah malam, lalu.

Namun, saat dalam penyidikan polisi terdakwa tak ditahan melainkan dikenakan wajib lapor saja. Adapun alasan polisi tak menahan Ilham karena ancaman pidana yang dikenakan di bawah 4 tahun penjara. Terdakwa dijerat jPasal 281 KUHP tentang kesusilaan. Padahal, sebelumnya polisi menjerat Ilham dengan pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Gede Braga mengatakan pihaknya sementara menerima tuntutan yang diajukan Jaksa, sementara dalam pembelaan terdekat pihaknya akan mempersiapkan pledoi. “Kami dalam waktu dekat masih mempersiapkan pledoi, dan sidang ditunda selama dua Minggu,” kata Gedenya Braga. (rub)