Beranda Pendidikan PGM Kota Depok Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah

PGM Kota Depok Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah

0
PGM Kota Depok Meningkatkan Kompetensi Guru Madrasah
SANI/RADAR DEPOK LATIHAN: Kepala MTs Al Kautsar, Sodik Murdiono tengah memberikan sambutan pada acara Diklat Teknis Substantif Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang diadakan di madrasahnya Jalan Barito Raya, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.
SANI/RADAR DEPOK
LATIHAN: Kepala MTs Al Kautsar, Sodik Murdiono tengah memberikan sambutan pada acara Diklat Teknis Substantif Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang diadakan di madrasahnya Jalan Barito Raya, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.

DEPOK – Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Kota Depok terus menggaungkan namanya demi meningkatkan kualitas guru madrasah. Salah satunya dengan mengadakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) Teknis Substantif Penelitian Tindak Kelas (PTK).

Sebanyak 110 guru madrasah jenjang RA-MA mengikuti Diklat tersebut selama enam hari kedepan (3-8/7) yang dilaksanakan di MTs Al Kautsar, Jalan Barito Raya, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Ketua PGM Kota Depok, Indra Karmawan mengatakan, diklat yang diperuntukkan bagi guru-guru Aparatur Sipil Negara (ASN) madrasah tersebut merupakan kerja sama PGM dengan Balai Diklat Keagamaan Bandung.

“Diklat ini diadakan secara mandiri dari tunjangan keprofesian mereka (guru), yang memang ditujukan untuk Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Selain untuk meningkatkan kompetensi, juga sebagai syarat kenaikan pangkat,” kata Indra kepada Radar Depok.

Indra menjelaskan, selama mengikuti diklat, para peserta diberikan materi terkait PTK. Jadi, selama enam hari menimba ilmu dari pemateri, mereka harus menerapkan ke siswa pada tahun ajaran baru nanti sesuai dengan materi yang disampaikan.

“Di sini mereka diajarkan untuk mencari suatu permasalahan pada anak dikelas, lalu di cari solusinya, setelah itu mereka harus membuat karya tulis ilmiah (KTI) sebagai bukti bahwa sudah melakukan penelitian,” jelasnya.

Sementara itu, Pengembang Pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Faizal Ulamansyah menuturkan, setelah mengikuti diklat dasar ini, karya ilmiah yang dibuat peserta harus menyerahkan KTI tersebut. Itu adalah tugas mandiri atau tugas akhir agar mendapatkan sertifikat diklat.

“Sertifikat diklat dasar ini nantinya yang akan jadi bahan untuk kenaikan pangkat dan juga sangat berguna untuk lembaga dalam hal penilaian akreditasi,” tuturnya.

Kepala MI Riayathul Athfal, Jamaludin Nur yang juga mengikuti diklat tersebut mengatakan bahwa  diklat tingkat dasar ini sangat membantu dirinya sebagai kepala sekolah dalam membangun dan meningkatkan kualitas sekolah.

“Dengan kualitas guru yang baik, tentunya akan berdampak pada proses pengajaran yang baik pula. Sampai akhirnya bisa menghasilkan siswa yang berkarakter dan berkualitas baik,” pungkasnya. (san)