Beranda Metropolis PPDB Zonasi Banyak Untungnya

PPDB Zonasi Banyak Untungnya

0
PPDB Zonasi Banyak Untungnya
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BAHAGIA : Salah satu orang tua bersama anaknya menunjukkan surat diterima dari hasil pengumuman PPDB jalur Afirmasi di SMP Negeri 8 Depok, Jalan Tugu Raya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Jumat (6/7).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BAHAGIA : Salah satu orang tua bersama anaknya menunjukkan surat diterima dari hasil pengumuman PPDB jalur Afirmasi di SMP Negeri 8 Depok, Jalan Tugu Raya, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Jumat (6/7).

DEPOK – Puluhan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Depok, telah mengumumkan hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur afirmasi, Jumat (6/7). Pantauan Radar Depok, ratusan orangtua dan siswa memenuhi halaman SMP Negeri 8 Depok di Komplek Timah, Kelurahan Tugu, Cimanggis.

PPDB jalur afirmasi tahun 2018 ini, bagi sebagian orangtua siswa dinilai menguntungkan dengan penerapan sistem zonasi. Karena dianggap memberi angin besar untuk peluang anaknya masuk ke sekolah, yang berada satu kelurahan dengan SMP Negeri yang dituju. Namun, tak sedikit pula yang menganggap sistem tersebut memberatkan calon siswa.

Sri Rahayu (36) orangtua dari Wanda Septi Amelia misalnya. Dia merasa bahagia karena anaknya berhasil diterima di SMP Negeri 8 Depok melalui jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM). Karena jarak rumahnya ke sekolah dekat dengan sekolah yang hanya kurang dari 100 meter.

“Alhamdulillah saya bersyukur sesuai dengan harapan anak saya bisa sekolah yang dekat dengan rumah. Selain gampang diawasnya, juga tidak memakan biaya ongkos,” katanya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara itu, Ahyar (43) salah satu orangtua siswa yang anaknya tidak lolos masuk SMP Negeri 8 melalui KETM mengaku, kecewa karena anaknya tidak lolos. Padahal, jarak rumahnya ke sekolah masih satu kelurahan dengan SMP yang berada di lingkup komplek timah tersebut.

“Kami mengejar SMP Negeri supaya apa-apa gratis, kalau melihat kondisi ekonomi keluarga saya untuk masuk swasta agak berat. Karena disana ada biaya untuk uang pangkal dan spp, belum lagi pakaian, buku, dan ongkos anak,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Depok, Paeran mengatakan, proses seleksi PPDB jalur afirmasi di sekolahtelah memenuhi kuota pada masing-masing jalur yang dipilih oleh orangtua siswa. Bahkan, jumlah pendaftar sebelumnya mengalami kepadatan pada jalur KETM. “Ada empat jalur pada PPDB afirmasi ini yakni jalur KETM, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Prestasi dan anak PTK (guru), alhamdulillah hampir semua memenuhi kuota, tinggal kuota ABK saja yang tersisa 5 bangku lagi,” kata Paeran kepada Radar Depok, kemarin.

Paeran menambahkan, jika sesuai kuota yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kuota yang akan diterima SMP Negeri 8 Depok sebanyak 317 siswa melalui jalur afirmasi dan akademik. Pada jalur afirmasi, menerima 61 siswa melalui KETM, 14 siswa ABK, 14 siswa prestasi dan 14 siswa anak PTK. “Jadi yang diterima sekitar 103 siswa dari afirmasi. Untuk ABK awalnya ada 11 orang yang daftar, tapi hanya terdata 9 orang, jadi tinggal cari 5 orang lagi untuk memenuhi kuota,” lanjutnya.

Dari masing-masing jalur afirmasi di SMP Negeri 8 Depok,  siswa kategori KETM, memiliki jumlah pendaftar yang sangat banyak yakni 249 siswa, kemudian jalur prestasi yakni sebanyak 26 siswa. Jika diselisihkan ada sekitar 190 siswa yang tidak diterima melalui jalur KETM tersebut. (san)