Beranda Satelit Depok Reses Dewan jadi Tempat Curhat Warga Kelurahan Tirtajaya, Depok

Reses Dewan jadi Tempat Curhat Warga Kelurahan Tirtajaya, Depok

0
Reses Dewan jadi Tempat Curhat Warga Kelurahan Tirtajaya, Depok
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK SAMPAIKAN USULAN: Ketua RW05, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Yayat Hidayat (berdiri) menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Depok, Supariyono.
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
SAMPAIKAN USULAN: Ketua RW05, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Yayat Hidayat (berdiri) menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD Depok, Supariyono.

DEPOK – Reses anggota DPRD Kota Depok Fraksi PKS, Supariyono, di RT04/05, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, dimanfaatkan warga untuk menyampaikan curahan hati (curhat) seputar masalah dan usulan lingkungan.

Seperti halnya yang disampaikan Ketua RW05, Kelurahan Tirtajaya, Yayat Hidayat dengan meminta agar pemberian insentif untuk RT, RW, dan LPM tidak lagi melalui rekening bank. Tetapi dia ingin proses pemberian insentif langsung melalui kelurahan.

“Enaknya dibalikin lagi seperti dulu pencairan insentif. Jadi nggak ribet kayak sekarang,” kata Dayat-panggilan Yayat Hidayat.

Selain itu, Dayat berharap Supariyono membantu memperjuangkan Kali Kumpa agar diturap. Karena setiap hujan dengan intensitas lebat, air dari Kali Kumpa selalu meluap.

“Terutama yang di bawah rumah saya. Itu sudah saya usulkan tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. Tiap hujan air pasti meluap,” kata Dayat.

Di hadapan Supariyono, Dayat pun mengeluhkan hasil pekerjaan penataan drainase di RT03, 04, dan RT07 RW05. Proyek Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut dikerjakan seperti asal-asalan.

“Itu pekerjaan provinsi, pak. Dari Jalan Haji Karim 2 sampai Pospol nggak bagus. Masih bagusan proyek Pemerintah Depok juga,” katanya.

Keluhan dan masukan turut disampaikan Ketua Posyandu Cendrawasih B RW05, Mastinah. Dia mengaku jika Posyandu Cendrawasih B memiliki utang sebesar Rp10 juta untuk membeli permainan anak.

“Kita butuh suntikan dana buat bayar hutang Rp10 juta. Posyandu Cendrawasih B ini cikal bakal RW Ramah Anak dan banyak anak-anak dari luar RW05 mencari permainan ke sini,” katanya.

Tak hanya itu, kedepannya ada taman baca di Posyandu Cendrawasih B untuk melengkapi RW Ramah Anak. Agar anak-anak bisa belajar sambil bermain.

Mendengar aspirasi itu, Supariyono berjanji akan memperjuangkan usulan yang disampaikan, dan meneruskan keluhan kepada dinas terkait.

“Buat Bu Mastinah, ini saya bantu Rp1,5 juta untuk bayar hutang. Saya bisanya cuma segitu,” katanya.

Untuk pencairan dana insentif RT, RW, dan LPM, kata Supariyono, pembayaran melalui sistem nontunai. Sesuai Keputusan Presiden, kata dia, dana yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak boleh lagi secara tunai.

“Begitu pun dengan pembayaran untuk PNS, apapun peruntukannya tidak boleh tunai. Semua harus nontunai,” katanya.

Reses yang digelar Senin (2/7) malam dihadiri para Ketua RT di RW05, karang taruna kelurahan, LPM, dan tokoh agama. (ram)