Rutan Kelas II B Kota Depok Steril

In Metropolis
IRWAN/RADAR DEPOK
BIASA-BIASA SAJA: KaRutan Cilodong (kiri) sedang menyidak ruangan tahanan.

DEPOK – Terbongkarnya fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, membuat di Kepala Rutan tersebut dicopot.

Berkaca dari kasus tersebut, Kepala Rumah Tahanan Kelas II B Cilodong Kota Depok, Sohibur Rahman memastikan tidak ada fasilitas mewah di dalam kamar narapidana.

“Kami pastikan dan anda juga bisa melihat di dalam kamar warga binaan kami tidak ada fasilitas, seperti kipas angin, dispenser, tv,” ucap Sohibur Saat ditemui di Rutan Kelas II B, Cilodong, kemarin.

Menurutnya, fasilitas tersebut ada hanya di beberapa ruangan umum Rutan.

“Tv kita berikan di area publik yang ditonton oleh dua blok, tiap blok lantai ada karena dalam payung hukum itu bisa. Televisi sebagai sarana hiburan tapi bukan diletakkan di kamar. Ini yang menjadi benang merah semua,” tuturnya.

Sohibur menjelaskan, pasca-penggeledahan dan temuan barang-barang mewah di Lapas Sukamiskin ada instruksi khusus dari pusat untuk memaksimalkan keamanan dan pengecekan setiap napi di blok.

“Instruksi khusus setelah kejadian lapas Sukamiskin, itu kita harus bersih-bersih,” jelasnya.

Namun, Sohibur menerangkan sebelum ada kejadian di Lapas Sukamiskin). Rutan Kelas II Depok rutin menggelar razia, di dalam kamar para narapidana.

“Secara keseharian, kami sudah melaksanakan langkah persuasif dengan penggeledahan secara insidentil yang dilakukan kapan saja, tenpatnya dan rutin dilakukan sebulan empat kali bisa siang, pagi atau malam,” bebernya.

Menurutnya, hingga saat ini jumlah keseluruhan warga binaan di Rutan seluas 24 Hektar tersebut ada sekitar kurang lebih 1.184 orang.

“Untuk kapasitas Rutan diperkirakan mencapai 1130 orang. Sebetulnya over kapasitas tapi sedikit,” bebernya.

Selanjutnya, Sohibur memaparkan mengenai ruangan blok di dalam Rutan Kelas II Depok yang menurutnya ada Tiga blok yang tiap bloknya diisi oleh 300 orang warga binaan.

“Ada blok A, B, dan C luas kamarnya beda-beda ada yang kecil dan besar. Paling besar diisi 200 orang tapi ini kita akui memang kurang nyaman namun, karena huniannya banyak maka memang harus disebar. Karena dengan kapasitas kecil namun harus menampung banyak orang, pasti tidak akan nyaman,” paparnya.

Sohibur menegaskan, untuk Rutan dan Lapas tentu memiliki perbedaan dan kriteria.

“Untuk masalah jumlah lebih banyak di sini, namun kita terus melakukan pembenahan,” pungkasnya. (irw)

You may also read!

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar

Hanura Depok Mantap Dukung Pradi-Afifah

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu lagi partai non parlemen

Read More...
walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...

Mobile Sliding Menu