Saling Jegal

0
Saling Jegal

RUSIA – Winger timnas Brasil Willian berambisi mengakhiri perjalanan rekan setimnya di Chelsea, Eden Hazard, saat melawan Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2018 di Kazan Arena, Sabtu (7/7) dini hari WIB.

Willian memuji Hazard sebagai pemain paling rendah hati. Tapi, pemain 29 tahun itu siap mengesampingkan persahabatan dengan Hazard saat Brasil menghadapi Belgia di perempat final Piala Dunia 2018.

“Hazard sangat rendah hati dan saya senang berada dekat dia setiap hari di level klub. Tapi, saat ini waktunya bagi kami berdua untuk mempertahankan sisi masing-masing, dan saya berharap saya yang menang,” ujar Willian dikutip dari Sky Sports.

Hazard akan jadi ancaman terbesar lini pertahanan Brasil. Winger 27 tahun itu merupakan pemain Belgia paling konsisten di Piala Dunia 2018 sejauh ini. Terakhir, Hazard menciptakan satu assist saat Belgia menang atas Jepang di babak 16 besar.

“Hazard salah satu pemain terbaik di dunia saat ini. Tapi, saya sedang berada di sisi yang berbeda dan saya ingin melakukan segalanya untuk menang. Saya tahu kami akan tetap berteman usai pertandingan,” ucap Willian.

Willian sendiri tampil impresif ketika Brasil mengalahkan Meksiko 2-0 di babak 16 besar. Berkat assist Willian ke Neymar, timnas Brasil sukses memecah kebuntuan. Selecao pun melangkah ke perempat final Piala Dunia 2018.

Willian mengatakan skuat Brasil semakin nyaman main bersama di Piala Dunia 2018 sejak ditahan imbang Swiss 1-1 pada pertandingan pertama.

“Tim sudah jauh berkembang sejak pertandingan pertama. Ada rasa gugup di pertandingan pertama, lebih rumit memulai turnamen melawan Swiss, dan kami semakin tumbuh. Saya pikir kami sudah berada di level yang sama seperti saat babak kualifikasi,” ujar Willian.

Sementara itu, Belgia merupakan tim paling subur selama turnamen ini, dengan membukukan 12 gol dari empat pertandingan yang sejauh ini telah dijalaninya. Delapan dari gol-gol itu tercipta saat melawan Tunisia dan Panama, sedangkan kemenangan tipis melawan Inggris dan Jepang telah membersitkan keraguan mengenai apakah mereka bisa tetap tegak saat melawan tim-tim kuat.

Para gelandang brilian mereka kesulitan bermanuver saat melawan Jepang pada pertandingan 16 Besar lalu yang tidak membiarkan Belgia menguasai bola lama-lama dan hanya berkat Marouane Fellani yang masuk pada babak kedualah yang memberi Belgia menjadi berotot lagi sehingga mengendalikan permainan.

Belgia mungkin ingin mengadopsi pendekatan yang lebih tangguh sejak awal permainan melawan Brasil demi memberikan waktu kepada duo gelandang cemerlang Eden Hazard dan Kevin De Bruyne untuk memberikan umpan-umpan matang. “Kami memerlukan kekuatan,” kata pelatih Belgia Roberto Martinez.

“Kami harus bertahan sebaik-baiknya dan kemudian menyengat mereka manakala kami menguasai bola,” lanjut dia.

Brasil kemungkinan menurunkan Fernandinho sebagai starter pengganti Casemiro yang terkena larangan bermain. Perubahan ini membuat Brasil  mendapatkan otot tambahan, tetapi bisa membuat gelandang Real Madrid tidak bisa merangsek ke depan. Pertandingan ini kemungkinan akan ditentukan oleh barisan belakang. Tiga bek tengah Belgia merupakan figur menentukan, tetapi dua di antara mereka, yakni Vincent Kompany dan Jan Vertonghen, sudah dimakan usia, sudah 30 tahun lebih.

Karena Kompany masih mencari pijakan setelah lama absen karena cedera, serangan berkelompok Brasil bisa menjadi produktif ketika menghadapi bek-bek yang sudah dimakan usia. Belgia memerlukan bek sayap mereka beroperasi penuh jika mereka ingin kembali dan membantu serangan. (cnn/gun/ant)