IRWAN/RADAR DEPOK DISITA : Ratusan botol miras disita Satpol PP Kota Depok di kantornya, kemarin.
IRWAN/RADAR DEPOK
ILUSTRASI : Ratusan botol miras disita Satpol PP Kota Depok.

DEPOK – Peredaran minuman keras di Kota Depok sangat mengkhawatirkan. Meski Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) rutin merazia penjual miras, namun peredarannya tetap masif. Jumat (20/7), satuan penegak perda kembali berhasil menyita 871 botol miras di sejumlah penjual.

Menurut Kasatpol PP Kota Depok, Yayan Arianto, pihaknya berhasil mengamankan miras dari empat toko penjual miras yang berbeda. “Sudah kita peringati tapi nggak digubris,” kata Yayan.

Anggotanya, kata Yayan, konsentrasi merazia miras di Jalan Raya Pitara (perempatan lampu merah Sandra), Jalan Dukuh di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Jalan Studio Alam, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, dan Jalan Putri di Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung.

Dari hasil razia yang dilakukan pihaknya mengaku mengamankan berbagai minuman seperti bir dan minuman beralkohol berbagai jenis.

Sebagian toko bahkan pernah dirazia, namun karena hanya dihukum tindak pidana ringan (tipiring) pemilik toko tidak juga merasa jera.

“Sudah pernah dirazia. Hukumannya kena tipiring atau disita barangnya. Kami baru menyita barangnya dulu. Itu kalau dinilai uang juga sudah lumayan besar,” kata Yayan.

Razia dilakukan atas dasar Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. “Razia akan terus kita lakukan,” kata mantan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran ini. (rub)