Beranda Pendidikan SMP se-Limo-Cinere Siap Terapkan K-13

SMP se-Limo-Cinere Siap Terapkan K-13

0
SMP se-Limo-Cinere Siap Terapkan K-13
SANI/RADAR DEPOK Pengawas SMP, Fernan Yakob memberikan materi tentang Kurikulum 13 kepada 76 guru SMP se-Limo dan Cinere di SMPN 13 Depok, kemarin (5/7).
SANI/RADAR DEPOK
Pengawas SMP, Fernan Yakob memberikan materi tentang Kurikulum 13 kepada 76 guru SMP se-Limo dan Cinere di SMPN 13 Depok, kemarin (5/7).

DEPOK – Menanggapi imbauan tegas dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok yang menyerukan agar seluruh sekolah jenjang SD-SMP menggunakan Kurikulum 13 (K-13), SMP negeri dan swasta se-Kecamatan Limo-Cinere mengadakan bimbingan teknis (bimtek) K-13 untuk seluruh guru.

Ketua Pelaksana Bimtek K-13, Zulkarnain mengatakan, bintek tersebut berisi sekolah-sekolah yang tergabung dalam Komisariat 5 yang membawahi 24 sekolah, terdiri 3 SMPN dan 21 swasta. Serta bekerja sama dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Limo-Cinere.

“Bimtek ini untuk mempersiapkan guru-guru yang akan mengajar di tahun ajaran baru dengan K-13. Jadi di sini mereka diajarkan dulu prosedurnya seperti apa,” kata Zulkarnain kepada Radar Depok, kemarin (5/7).

Bimtek K-13 yang dilaksanakan di SMPN 13 Depok, Jalan Raya Krukut, Kelurahan/Kecamatan Limo, diikuti sebanyak 76 guru kelas VII-IX, dari 4-6 Juli 2018.

Ketua Komisariat 5, Hehen Hendayana menuturkan, di Limo-Cinere sebagian SMP masih ada yang belum menggunakan K-13. Untuk itu, dengan adanya bintek, SMP yang belum menerapkan harus disegerakan.

“Nantinya setelah diberikan pembinaan, diharapkan guru-guru bisa memberikan materi pelajaran sesuai dengan K-13 kepada siswa. Bukan hanya itu, tapi juga penilaian yang sesuai dengan K-13,” tutur Hehen yang juga menjabat Kepala SMPN 13 Depok.

Kurikulum 13, lanjut Hehen, tidak hanya diperuntukkan bagi guru saja melainkan semua aspek yang ada di sekolah, meliputi bendahara dan operator juga harus mengetahui kurikulum tersebut.

Sementara itu, Pengawas SMP binaan Limo-Cinere, Fernan Yakob yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut menjelaskan, ada beberapa poin materi yang ia berikan. Diantaranya, kebijakan dinamika K-13, penguatan pendidikan karakter (PPK), penerapan literasi dalam pembelajaran, analisis dokumen pembelajaran, analisis penilaian hasil belajar, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lalu dilanjutkan dengan praktik.

“Setelah semua materi dikerjakan, nanti diserahkan dahulu ke pengawas untuk diperiksa, setelah itu baru bisa digunakan sebagai bahan guru dalam mengajar,” ungkap Fernan. (san)