Beranda Pendidikan SMPN 2 Depok Tutup Kelas Akselerasi

SMPN 2 Depok Tutup Kelas Akselerasi

0
SMPN 2 Depok Tutup Kelas Akselerasi
SANI/RADAR DEPOK Calon peserta didik yang mendaftar pada jalur prestasi mengantre saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 2 Depok, beberapa hari lalu.
SANI/RADAR DEPOK
Calon peserta didik yang mendaftar pada jalur prestasi mengantre saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMPN 2 Depok, beberapa hari lalu.

DEPOK – Setelah dua tahun memiliki kelas akselerasi, di tahun ajaran 2018-2019 SMP Negeri 2 Depok tidak membuka lagi kelas tersebut. Karena, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 tidak terdapat petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksananya (juklak).

“Atas arahan dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan Bidang Pendidikan Dasar (Pendas) per-tahun ini kami tidak lagi membuka kelas akselerasi,” kata Wakil Kepala SMPN 2 Depok Bidang Kesiswaan, Arif Setiawan kepada Radar Depok.

Kelas akselerasi merupakan kelas yang diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki kapasitas IQ lebih tinggi dibanding siswa pada umumnya. Dalam segi pembelajaran, siswa yang berada pada kelas akselerasi berbeda dengan siswa pada umumnya. Mereka hanya bersekolah selama dua tahun.

“Mereka itu anak-anak pilihan yang proses penerimaan siswanya juga berbeda dari biasanya, hanya saja sekarang tidak dibuka lagi. Jadi otomatis hanya tinggal 1 angkatan di kelas VIII,” ujar Arif.

Arif menjelaskan, kuota yang disediakan sekolah yang berada di Jalan Bangau Raya, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas tersebut sebanyak 351 siswa dengan total keseluruhan 11 rombongan belajar (rombel).

“Tahun lalu 9 rombel reguler, 2 rombel akselerasi. Tahun ini 11 rombel reguler semuanya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin membenarkan bahwa SMPN 2 Depok di tahun ajaran baru ini tidak lagi membuka kelas akselerasi, disebabkan juknisnya tidak ada dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Jadi dipastikan di Kota Depok untuk tahun ini jenjang SMP tidak membuka kelas untuk akselerasi,” pungkasnya. (san)