Beranda Metropolis Solusi Tunggakan Iuran JKN-KIS

Solusi Tunggakan Iuran JKN-KIS

0
Solusi Tunggakan Iuran JKN-KIS
Ilustrasi

DEPOK – Program JKN-KIS terus dikembangkan BPJS Kesehatan, agar dapat dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat khususnya peserta JKN-KIS. Pengembangan dilakukan secara menyeluruh agar program JKN-KIS dapat berjalan dengan optimal. Salah satunya melalui pengembangan skema pembayaran VA keluarga yang telah dilaksanakan sejak tahun 2016.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Depok, Maya Febriyanti Purwandari mengatakan, sesuai ketentuan peserta dapat melakukan pembayaran iuran paling lambat tanggal 10 setiap bulan berjalan. Untuk peserta PBPU, saat ini menggunakan sistem pembayaran iuran satu keluarga (VA keluarga) dan pembayarannya pun saat ini BPJS Kesehatan telah mengembangkan banyak channel pembayaran untuk dapat digunakan oleh peserta.

Maya mengungkapkan, terkait masalah iuran, saat ini sudah tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran. Namun, terdapat denda pelayanan. Dalam hal keterlambatan pembayaran iuran jaminan kesehatan lebih dari 1 bulan sejak tanggal 10, maka penjaminan peserta diberhentikan untuk sementara. Pemberhentian sementara penjaminan peserta berakhir dan kepesertaan kembali aktif, apabila peserta membayar iuran tertunggak paling banyak untuk waktu 12 bulan. Selanjutnya, dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali, peserta wajib membayar denda kepada BPJS Kesehatan untuk setiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya. Adapun denda pelayanan kesehatan rawat inap tersebut adalah sebesar 2,5 persen dari setiap biaya pelayanan kesehatan, untuk setiap bulan tertunggak atau paling banyak Rp30.000.000.

Menurutnya, permasalahan saat ini adalah banyak peserta yang menunggak iuran. Kebanyakan peserta yang menunggak tersebut menunggak cukup lama. Akibatnya, mereka sulit untuk membayar tunggakan, karena jumlah tunggakan cukup besar. Oleh karena itu, saat ini BPJS Kesehatan memberikan kemudahan melakukan pembayaran bagi peserta yang memiliki tunggakan. Kini peserta yang memiliki tunggakan dapat membayar setiap saat melalui program menabung sehat, yang bekerjasama dengan Bank Mandiri, BNI, dan BRI. “Tak hanya itu ada juga program cicil tunggakan sesuai kemampuan dan kapan saja melalui BNI. Serta program bayar lunas langsung aktif melalui koperasi nusantara,” ujar Maya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

“Saat ini untuk peserta baru kelas perawatan 1 dan kelas perawatan 2, sudah wajib menggunakan autodebet untuk menghindari peserta lupa bayar iuran yang akhirnya menunggak. Namun, kami juga mengharapkan peserta yang belum autodebet, agar dapat rutin dan tepat waktu membayar iuran untuk menghindari kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan,” tutup Maya. (dt/mr)