Beranda Metropolis Tarif Bus Non Ekonomi di Depok Naik

Tarif Bus Non Ekonomi di Depok Naik

0
Tarif Bus Non Ekonomi di Depok Naik
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK AKTIFITAS TERMINAL DEPOK : Sejumlah bus terparkir saat menunggu penumpang di kawasan Terminal Kota Depok, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
AKTIFITAS TERMINAL DEPOK : Sejumlah bus terparkir saat menunggu penumpang di kawasan Terminal Kota Depok, kemarin.

DEPOK – Supir bus di Kota Depok sepertinya harus banyak-banyak bersabar. Musababnya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BMM) jenis dexlite sebesar seribu rupiah tidak berdampak pada perubahan tarif pada bus ekonomi.

Humas Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Budi Rahadjo menyebutkan, bus non ekonomi bisa saja ada kenaikan. Terutama, untuk harga bus JR C atau JA C. Sebab jelas dia, itu tidak diatur pemerintah, karena non ekonomi.  “Itu mekanisme pasar. Jadi lebih tepatnya ke operator penyedia bus,” singkat Budi, kepada Radar Depok, Rabu (4/6).

Hal sama juga diutarakan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Dadang Wihana. Sejauh ini belum ada perubahan tarif angkutan umum jenis bus, pasca ada kenaikan BBM jenis Pertamax dan Pertamax Dex dan Dexlite. Menurut dia, adanya kenaikan ini tentu masyarakat sudah memiliki rencana untuk mencari alternatif lain.

Sebelumnya, Sutisna salah satu Sopir bus yang biasa mangkal di Terminal Depok mengaku, kenaikan harga dexlite sangat memengaruhi biaya operasional kendaraan, sehingga biaya operasional pascakenaikan harga dexlite menjadi membengkak. “Naiknya mendadak, sopir juga ngga tahu, kenapa tiba-tiba harganya naik,” kata Sutisna kepada Radar Depok, kemarin (3/7).

Namun lanjutnya, belum menaikan harga tarif, dia mengaku masih menggunakan harga lama, karena dirinya takut menyalahi aturan.

“Kita masih pakai harga lama, kalau saya naikin secara sepihak nanti malah kesalahan lagi saya,” kata Sutisna.
Hal senada juga disampaikan Regar, sopir angkutan jurusan Depok Pasar Minggu, harga yang naik secara tiba-tiba bagaikan petrir yang menyambar di siang bolong.

“Kemarin, waktu mau isi bensin pagi-pagi kok cuma sedikit, saya Tanya kepada petugasnya katanya naik,” kata Regar.
Dia juga mengaku belum menaikan tarif angkutan, karena menurutnya kenaikan tariff aka nada intruksi dari organda atau dinas terkait.

“Kami meminta agar pemerintah segera menyesuaikan tarif angkutan paska naiknya harga BBM,” kata Regar.

Sebelumnya, PT Pertamina menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax Series dan Dex Series mulai Minggu (1/7) dan berlaku di SPBU seluruh Indonesia. (irw/rub)