Beranda Metropolis Terdakwa Korupsi RTLH di Cilodong Depok Minta Bon Kosong

Terdakwa Korupsi RTLH di Cilodong Depok Minta Bon Kosong

0
Terdakwa Korupsi RTLH di Cilodong Depok Minta Bon Kosong
KEJAKSAAN FOR RADAR DEPOK SIDANG: Sidang lanjutan korupsi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kelurahan Sukamaju, Cilodong yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (2/7).
KEJAKSAAN FOR RADAR DEPOK
SIDANG: Sidang lanjutan korupsi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kelurahan Sukamaju, Cilodong yang dilaksanakan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (2/7).

DEPOK – Fakta adanya rasuah dalam proyek Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Sukamaju, Cilodong semakin jelas. Kemarin, dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Bandung. Pemilik toko material yang menyediakan bahan bangunan pembangunan RTLH, pernah memberikan bon kosong kepada terdakwa Tajudin.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, Tohom Hasiholan Silalahi. Kemarin pihaknya telah mendatangkan 3 saksi, yaitu kepala tukang yang mengerjakan beberapa rumah, Kapoli. Serta pemilik Toko material yang menyediakan bahan bangunan untuk pembangunan RTLH, Kok Bui Ben dan Muchlis.

Tohom menerangkan, Kapoli yang juga menjabat sebagai ketua RT mengajukan proposal RTLH melalui terdakwa Agustina. Berarti sejak awal program RTLH tersebut ada peran terdakwa Agustina. Sementara Kapoli, juga diminta sebagai kepala tukang untuk proyek pembangunan RTLH oleh terdakwa Tajudin yang merupakan sekretaris LPM Sukamaju pada saat itu.

Selain itu, saksi Kok Bui Men dan saksi Muchlis. Keduanya merupakan pemilik toko bangunan menerangkan, ada beberapa bon yang bukan dari tulisan saksi ataupun stafnya. Sehingga saksi membantah beberapa bon bukan dikeluarkan oleh pihak material. “Saksi Muchlis juga menerangkan pernah memberikan beberapa bon kosong kepada terdakwa Tajudin,” kata Tohom.

Menurut Tohom sebelumnya, juga ada 14 keterangan saksi penerima manfaat pada tahap penyidikan yang menerangkan adanya potongan Rp1 juta untuk penerima manfaat usulan musrenbang (LPM), dan Rp 3 juta untuk penerima manfaat hasil pokok pikiran anggota dewan yang dikelola terdakwa Agustina.

Sementara itu, sidang akan dilanjutkan Rabu (11/7) dengan agenda keterangan saksi mahkota, atau keterangan saksi yang akan disampaikan oleh ketiga terdakwa dugaan kasus korupsi RTLH di Kelurahan Sukamaju, Cilodong.(rub)