Beranda Satelit Depok Warga Pondok Cina, Kota Depok dapat Buku Tabungan

Warga Pondok Cina, Kota Depok dapat Buku Tabungan

0
Warga Pondok Cina, Kota Depok dapat Buku Tabungan
IMMAWAN/RADAR DEPOK TELITI: Petugas dari Dinas Sosial Kota Depok melakukan verifikasi administrasi KPM penerima buku tabungan PKH BNI, kemarin (6/7).
IMMAWAN/RADAR DEPOK
TELITI: Petugas dari Dinas Sosial Kota Depok melakukan verifikasi administrasi KPM penerima buku tabungan PKH BNI, kemarin (6/7).

DEPOK – Penyaluran buku tabungan untuk peserta Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial menjangkau Keluarga Penerima Manfaat (KPM), di Kelurahan Pondok Cina, Jumat (6/7).

Buku dibagikan oleh Pendamping PKH dari Dinas Sosial Kota Depok dan tim dari Bank BNI, di Aula Kantor Kelurahan Pondok Cina.

Pendamping PKH Kelurahan Pondok Cina, Arya Wicaksono menerangkan, penyaluran buku tabungan merupakan upaya Kemesos RI untuk mempermudah KPM mengawasi bantuan tunai yang mereka terima setiap 3 bulan sekali.

“Tujuannya, agar KPM bisa mengecek sendiri ke bank apakah bantuan tunai yang menjadi hak mereka sudah masuk ke rekening atau belum,” ujar Arya kepada Radar Depok.

Dia menjelaskan, sebenarnya KPM sudah diberi kartu ATM yang berguna untuk mengambil dan memeriksa status bantuan yang mereka terima. Namun, banyak keluhan dari KPM yang mengaku kesulitan mengawal bantuan yang mereka terima. “Terutama, bagi KPM dari kalangan lanjut usia (Lansia) yang tidak terbiasa menggunakan ATM,” imbuhnya.

Untuk prosedur pengambilan buku tabungan, kata Arya, setiap KPM diharuskan untuk membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga (KK), serta kartu ATM PKH BNI yang mereka milik.

“Setelah berkasnya lengkap, akan kami kroscek apakah nama KPMnya terdaftar sebagai penerima buku tabungan. Kalau sudah, KPM bisa menerima buku tabungannya dan melakukan aktifasi,” ujarnya.

Namun demikian, Arya mengaku heran dengan penyaluran KPM yang tidak merata. Dia mengaku, dari 234 KPM yang Ia dampingi, baru 100 KPM yang dapat menerima buku tabungan.

“Menurut informasi, semuanya pasti dapat. Hanya saja, didahulukan KPM baru yang terdaftar di tahap validasi ke-1 dan ke-3,” katanya. (mg2)