Beranda Metropolis Wow… Pengguna Narkoba di Depok Masih Dibawah Umur

Wow… Pengguna Narkoba di Depok Masih Dibawah Umur

0
Wow… Pengguna Narkoba di Depok Masih Dibawah Umur
FOTO: Ketua LSM Kuldesak, Samsu Budiman
FOTO: Ketua LSM Kuldesak, Samsu Budiman

DEPOK – Penderita HIV-AIDS di Kota Depok masih sangat memprihatinkan, terutama untuk anak-anak. Mirisnya lagi, penularan penyakit mematikan tersebut para pengguna Injection Drug Users (IDU) atau pengguna narkoba jenis suntik. Berdasarkan data Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Kuldesak, Januari-Desember 2017 didapati 487 jiwa terinfeksi HIV. Dari jumlah tersebut 10 persen diantaranya merupakan anak-anak.

Ketua LSM Kuldesak, Samsu Budiman mengatakan, dari Januari sampai dengan Desember 2017, jumlah infeksi HIV yang baru dilaporkan sebanyak 487 orang. Dengan persentase infeksi HIV tertinggi dilaporkan pada kelompok umur 25-50 tahun 70 persen, diikuti kelompok umur 15-24 tahun 20 persen, kelompok umur  1-14 tahun sebanyak 10 persen.

“Meski hanya 10 persen dari total penderita, jumlah tersebut sangat mengkhawatirkan karena penderita adalah anak-anak. Terlebih umumnya menggunakan IDU atau pengguna narkoba jenis suntik,” tegasnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, pemerintah seolah tidak memperhatikan penyalahgunaan narkoba dikalangan anak-anak. Padahal, sejak dini anak-anak mesti sudah diberitahu negatif akibat narkoba. Pengguna narkoba suntik yang berhasil di data Kuldesak mencapai 366 orang, namun menurutnya dari data tersebut masih banyak pengguna yang belum didata.

Sejauh ini, sambungnya, pencegahan narkoba baru pada tahap pemberantasan. Tapi pemerintah belum menyentuh pada distribusi narkoba. “Selama inikan baru pada tahap pemberantasan, tapi belum pernah ada pemberantasan sumber distribusi,” kata Budiman.

Meski sosialisasi gencar dilaksanakan, dapat bimbingan orang tua dan pemerintah memberantas. Tapi anak-anak masih bisa menggunakan narkoba karena memang narkoba banyak beredar. “Harus ada keseriusan dari pemerintah, terlebih untuk meminimalisir peredaran narkoba khususnya di Kota Depok,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Sahat Farida Berlian mengaku, sangat memprihatinkan dengan jumlah pengguna narkoba di Kota Depok. Pasalnya, Kota Depok sebagai Kota Religius belum bisa membendung bahaya narkoba di Kota Depok.

Dia berharap pemerintah, dan elemen pendukung mampu meminimalisir peredaran narkoba di Kota Depok. Apalagi sampai menjamah ke kalangan anak-anak. “Sangat memprihatinkan, sebisa mungkin pemerintah dan elemen terkait untuk mencegah segala bentuk peredaran narkoba,” singkat Sahat.(rub)