AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK MENUNGGU : Para pemohon paspor sedang menunggu giliran dipanggil oleh petugas Imigrasi di Kantor Imigrasi, Grand Depok City.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENUNGGU : Para pemohon paspor sedang menunggu giliran dipanggil oleh petugas Imigrasi di Kantor Imigrasi, Grand Depok City.

DEPOK – Medio Januari hingga Agustus tahun ini. Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Depok banyak tangkapan Warga Negara Asing (WNA) bodong. Tak main-main, sedikitnya 16 WNA yang tidak jelas itu, dideportasi ke negara asalnya.

“Mereka semua dideportasi sebanyak 16 orang, karena penyalagunaan izin tinggal,” kata Kepala Kanim II Depok, Dadan Gunawan, kepada Harian Radar Depok, Senin (27/8).

Menurut Dadan, 16 WNA menyalahgunakan atau melakukan kegiatan tidak sesuai dengan maksud tujuan pemberian izin tinggal. Diketahui, mereka adalah warga negara asing yang terjaring operasi terpadu.

Dia menyebutkan, WNA yang dideportasi antara lain, WNA Kongo satu orang, Korea Selatan tiga, Belanda satu, Brazil satu, Nigeria dua, Amerika satu, Mesir dua, Guinea Bissau satu, Yaman satu, Spanyol satu, Inggris satu, dan WNA Jepang satu orang.

Dalam menindak WNA yang melanggar keimigrasian, Kantor Imigrasi Depok secara rutin melakukan pengawasan terhadap orang asing.

“Petugas tentunya akan mengambil tindakan apabila ada orang asing yang melanggar keimigrasian,” tegas pria berkacamata ini.

Tahun lalu pada November, Kantor Imigrasi Depok telah menerbitkan 1.331 izin tinggal bagi WNA. Dari 1.331 izin, di antaranya 142 perpanjang visa on arrival, 377 perpanjangan izin kunjungan, 35 alih status izin kunjungan ke KITAS, dan 302 penerbitan KITAS baru.

Lalu 2016, jumlah penerbitan izin tinggal yang diterbitkan Kantor Imigrasi Depok pada tahun 2017 terjadi penurunan. Tahun 2016, Imigrasi Depok menerbitkan total 1.087 izin tinggal.

“Kemudian (izin tinggal) yang terbanyak berdasarkan warga negara yakni di urutan pertama Korea Selatan, kedua Jepang, kemudian India, Australia dan terakhir Malaysia,” sambung Dadan.

Adapun, penerbitan izin tinggal bagi WNA tersebut, rata-rata maksud dan tujuannya adalah untuk pendidikan, bekerja, keluarga, anak, suami, istri pengikut TKA (Tenaga Kerja Asing) dan agama.

“Atau dalam rangka misionaris keagamaan, misalnya ada ulama dari Arab hendak melakukan ceramah di Depok, misalnya,” tuturnya. (irw)