SANI/RADAR DEPOK AYO JAGA KESEHATAN: Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI memberikan penyuluhan mengenai deteksi penyakit diabetes sejak dini kepada siswa-siswi SMA Negeri 13 Depok, kemarin.
SANI/RADAR DEPOK
AYO JAGA KESEHATAN: Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan UI memberikan penyuluhan mengenai deteksi penyakit diabetes sejak dini kepada siswa-siswi SMA Negeri 13 Depok, kemarin.

DEPOK – SMA Negeri 13 Depok menjadi lokasi penyuluhan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI).

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian kampus nomor satu di Depok kepada masyarakat, melalui program Pengabdian Masyarakat (Pengmas).

Berdasarkan data hasil penelitian FIK UI di beberapa sekolah. Banyak ditemukan siswa yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, seperti obesitas yang mengarah pada diabetes. SMAN 13 Depok, terdapat 20 pelajar yang beresiko obesitas, hal itu dihitung dari berat badan dan tinggi badan.

“Saat bulan puasa sudah dilakukan pendeteksian. Sekarang kita lakukan penyuluhan tentang diabetes kepada mereka, apa resikonya dan bagaimana pencegahannya melalui pola hidup sehat,” kata Dosen FIK UI, Nur Agustin kepada Radar Depok, ditemui di sekolah yang berlokasi di Jalan Pedurenan, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis.

Nur menjelaskan, siswa SMAN 13 Depok beresiko diabetes tipe kedua. Masuk ke dalam tipe ini salah satunya dipengaruhi oleh perilaku dan pola hidup sehat. Cara penyembuhannya pun dapat disembuhkan dengan menjaga pola makan yang baik dan benar.

Dari penelitian terdahulu, pihak FIK UI sudah mengembangkan sebuah aplikasi. Lalu aplikasi berupa akses (link) diberikan kepada siswa untuk menginput asupan makanan per-hari selama 3x sehari, serta bentuk aktivitas yang dilakukan. Tujuannya untuk menghitung apakah asupan makan yang dikonsumsi sudah sehat atau belum.

“Di link itu, siswa diminta mengisi setiap hari apa yang mereka makan. Mereka belajar berapa asupan kalori yang dihasilkan dari makanan yang dimakan. Harapannya siswa sudah punya alarm harus makan apa di saat beraktifitas yang bagaimana,” jelasnya.

Ditemui di lokasi yang sama, salah satu siswa SMAN 13 Depok, Alwidya Fikri Gozali mengaku senang mendapat penyuluhan mencegah diabetes sejak dini dari FIK UI. Dia merasa mendapat informasi yang cukup terhadap bahaya diabetes dan bagaimana cara mencegahnya.

“Yang diperiksa tadi kadar gula yang ada di dalam darah, lalu kita diajarkan bagaimana mencegahnya. Melalui kegiatan tadi kita jadi tahu harus menjaga pola makan sehat agar terhindar dari diabetes,” ujar siswa kelas XII-IPA 5 di SMAN 13 itu.

Sementara itu, Kepala SMAN 13 Depok, Mamad Mahpudin menuturkan bahwa mutu pendidikan tak terlepas dari kesehatan yang memadai. Oleh karena itu pihak sekolah sangat mengapresiasi kedatangan FIK UI untuk melakukan penyuluhan diabetes ke sejumlah siswa.

“Penyakit gula tidak mengenal usia. Dengan adanya kegiatan ini siswa kami jadi memiliki pemahaman yang cukup akan resiko diabetes dan tahu cara mencegahnya. Menyadari hal itu, maka deteksi dini kesehatan siswa perlu diperhatikan. Saya mengharapkan kerjasama dengan FIK UI ini terus berlanjut,” tutup Mamad. (san)