JAKARTA – Ahmad Heryawan (Aher) diminta mundur dari pencalegan karena akan diberi tugas khusus oleh DPP PKS. Isu merebak Aher akan jadi wagub DKI. Apa kata Sandiaga Uno?

“Saya serahkan kepada mekanisme, jangan kita mendahului, jangan berspekulasi,” kata Sandiaga Uno di One Belpark Mall, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/8).

Ia mengatakan dirinya tidak memiliki wewenang untuk menentukan siapa pengganti dirinya di DKI. Ia meminta masyarakat DKI Jakarta untuk bersabar menunggu siapa yang menggantikannya.

“Saya nggak punya kriteria dan sudah tidak punya wewenang lagi untuk menentukan kriteria. Kalian lah yang tentukan, rakyat Jakarta yang bersuara maunya seperti apa,” imbuhnya.

Sebelumnya, PKS meminta Aher untuk mundur dari pendaftaran caleg di Pemilu 2019. Sekretaris DPW PKS Jabar Abdul Hadi Wijaya mengatakan akan ada tugas khusus dari DPP PKS untuk Aher. Abdul tidak menjelaskan secara detail mengenai tugas khusus itu.

“Akan ada tugas khusus. (Tugasnya) bisa banyak, bisa sebagai timses atau apa saya belum dapat info. Kita tunggu saja tugas khususnya,” kata Abdul.

Mungkinkah Aher yang seorang gubernur ‘turun pangkat’ jadi wakil gubernur? ‘Tradisi’ mengabdi di segala posisi bukan barang baru di PKS. Contoh yang mungkin paling mudah diingat adalah jabatan-jabatan yang pernah dijabat oleh Hidayat Nur Wahid dan Nur Mahmudi Ismail.

Sebelum menjadi wakil ketua MPR seperti saat ini, Hidayat pernah menjabat sebagai Ketua MPR periode 2004-2009. Pada tahun 2012 lalu, Hidayat maju sebagai cagub DKI. Dan saat ini dia ‘turun pangkat’ menjadi Wakil Ketua MPR.

Jejak karir Nur Mahmudi juga menarik. Dia pernah menjabat Menteri Kehutanan dan Perkebunan Indonesia periode 1999-2001. Setelah tak lagi jadi menteri, Nur Mahmudi ‘turun’ jadi wali kota Depok.

Lalu apa kata Gerindra? Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan, penunjukan wagub DKI pengganti Sandi diputuskan Gerindra dan PKS selaku pengusung di Pilgub DKI 2017.

“Kan sekarang masih masa idah, tidak etis. SK Keppres pemberhentian Bang Sandi kan belum keluar dari presiden. Mari tunggu masa idah selesai baru kita selesaikan bersama-sama dengan PKS,” kata Andre, Minggu (12/8).

Menurutnya, akan ada diskusi antarpimpinan dua parpol tersebut dalam waktu dekat.

“Insya Allah akan ada diskusi dari PKS dan Gerindra untuk menentukan cawagub yang akan mendampingi Mas Anies,” pungkasnya. (dtc/fjr)