IMMAWAN/RADAR DEPOK KOMPAK : Penggawa cabor sepak bola Kota Depok yang akan bertanding pada Porda Jawa Barat di Kabupaten Bogor, Oktober 2018.
IMMAWAN/RADAR DEPOK
KOMPAK : Penggawa cabor sepak bola Kota Depok yang akan bertanding pada Porda Jawa Barat di Kabupaten Bogor, Oktober 2018.

DEPOK – Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Depok diminta mengadakan pemusatan latihan (Tc) bagi atlet. Pasalnya, sejauh ini kontingen Sepak Bola Kota Depok di Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2018, masih gamang.

Pelatih tim Porda Kota Depok, Nana Priatna mengungkapkan, tc diperlukan untuk mematangkan persiapan yang sudah mencapai 70%.

“Persiapan Porda tinggal menunggu pelaksanaan TC,” ujar Nana kepada Harian Radar Depok usai sesi latihan tim di Stadion Merpati, Jalan Gelatik Raya No.1, Kelurahan Depok Jaya, kemarin (29/8).

Tc yang dimaksud Nana adalah pemusatan latihan dengan sistem karantina, yang mengharuskan para pemain menetap dalam satu atap dan menjalani menu latihan intensif yang disiapkan tim pelatih.

Menurut Nana, selain untuk menyatukan visi pemain, tc berperan memperkuat ikatan emosional antar pemain.

“Ikatan emosional yang erat itu akan diperoleh setelah para pemain mengenal karakter satu sama lain dengan menghabiskan waktu bersama dalam satu atap,” terangnya.

Melalui TC, tim pelatih pun dapat memantau kedisiplinan para atlet secara langsung. “Misalnya, dari sisi pola makan dan pola istirahat,” ucapnya.

Sejauh ini, lanjut Nana, persiapan timnya menghadapi Porda Jabar di Kabupaten Bogor pada Oktober 2018 telah cukup maksimal. Namun, demi memperoleh hasil terbaik, persiapan yang matang sangat dibutuhkan.

“Latihan rutin kami 3 kali seminggu belumlah cukup,” seru Nana.

Nana mengaku, pihaknya telah melaporkan hal ini kepada Askot PSSI Kota Depok ketika Ketika ketua Askot, Meiyadi Rakasiwi datang untuk meninjau langsung proses latihan tim. Namun, sampai saat ini belum ada kejelasan.

”Jadi, kami masih menunggu keputusan Askot,” tandasnya. (mg2)