INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK PELAKU USAHA: Puluhan IKM mengikuti sosialisasi HAKI yang diadakan Disdagin Kota Depok di gedung Metrologi, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (7/8).
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
PELAKU USAHA: Puluhan IKM mengikuti sosialisasi HAKI yang diadakan Disdagin Kota Depok di gedung Metrologi, Kecamatan Sukmajaya, Selasa (7/8).

DEPOK – Untuk mematenkan merek produk Industri Kecil dan Menengah (IKM), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok segera memfasilitasi pembuatan sertifikat Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi 40 pengusaha. Fasilitas pembuatan tersebut guna memberikan perlidungan terhadap merek produk IKM dari penjiplakan.

Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kota Depok, Martinho Vaz mengatakan, sebelum difasilitasi, para pelaku IKM terlebih dahulu diberikan sosialisasi guna memberikan pemahaman mengenai persyaratan dan mekanisme dalam pembuatan sertifikat HKI. Sosialisasi juga dihadiri langsung oleh perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM Bidang HKI.

“Tadi, pihak dari Kemenkum HAM juga sudah menyeleksi sampel merek para pelaku IKM, seperti ukuran, warna, dan lainnya. Setelah sosialisasi tersebut, sampel merek dari pelaku IKM akan langsung dikirim ke Kemenkumhan untuk kemudian diproses,” tutur Martinho.

Dikatakannya, jangka waktu proses pembuatan sertifikat HKI sekitar 14 bulan. Kemudian, sambung Marthin, pihaknya hanya memfasilitasi pembuatan sertifikat HKI. Sedangkan untuk memperpanjang HKI dilakukan oleh setiap pelaku IKM.

“Dengan jangka waktu proses pembuatan sertifikat HKI yang panjang, sebenarnya memberikan kemudahan kepada para pelaku IKM untuk merubah merek produknya, jika terdapat merek yang sama yang sudah terlebih dahulu dipatenkan,” terangnya.

Pembuatan sertifikat HKI memiliki banyak manfaat bagi produk IKM. Selain untuk melindungi merek dari penjiplakan, juga dapat meningkatkan nilai tawar, daya saing, serta produk IKM akan semakin diakui di pasaran.

“Kami rutin memfasilitasi pembuatan ini setiap tahun. Total sudah sebanyak 50 pelaku IKM yang kami fasilitasi HKI hingga tahun ini,” ujarnya. (dra)