JAKARTA – Rencana pengumuman calon wakil presiden Prabowo Subianto akan digelar Kamis 9 Agustus 2018. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

“Segera, insyaallah kita rencanakan besok (Kamis, Red). Jamnya nanti malam kita tentukan. Besok kita umumkannya, paling lambat besok pagi,” ucap Fadli di kediaman Prabowo, rumah Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8).

Namun, saat ditanya apakah nama cawapres Prabowo akan disepakati malam ini, Fadli hanya mengatakan. “Iya, iya,” kata dia.

Dia mengatakan, pendaftaran Prabowo Subianto dan cawapresnya direncanakan pada 10 Agustus 2018. Diperkirakan usai salat Jumat.

“Iya dong. Pada tanggal 10 rencananya begitu. Tinggal jamnya. Mungkin habis sembahyang Jumat,” tandas Fadli Zon.

Sementara itu, menjelang mendeklarasikan sosok cawapres, Prabowo Subianto ditemui Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Pertemuan berlangsung di kediaman Prabowo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (8/8). Amien tiba di kediaman Prabowo sekitar pukul 16.50 WIB. Namun ia enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Amien langsung memasuki rumah Prabowo. Amien berada di dalam rumah Prabowo selama 20 menit.

Saat keluar dari rumah Prabowo hingga menaiki mobilnya, Amien masih enggan memberikan keterangan kepada wartawan. Sebelum bertemu Amien, Prabowo bertemu Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Salim Segaf Al Jufri, Rabu (8/8). Pertemuan yang semula direncanakan di kantor DPP PKS itu akhirnya berpindah tempat ke kediaman Salim Segaf di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. PKS bersikeras mengusulkan Salim sebagai cawapres Prabowo.

Sebelumnya, Prabowo juga bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membicarakan soal cawapres di kediaman SBY, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/8). Selepas bertemu SBY, Prabowo menemui Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sebelumnya bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta di hari yang sama. Diketahui, PAN menginginkan Ustaz Abdul Somad sebagai cawapres pendamping Prabowo. Hingga kini, belum ada titik temu antara Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat soal cawapres Prabowo.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto mengatakan, sejauh ini Prabowo Subianto masih menginginkan Ustad Abdul Somad menjadi cawapresnya. Bahkan keinginan Prabowo sudah disampaikan ke PAN.

“Ya Pak Prabowo sekali lagi dia‎ menyampaikan sebenarnya berkeinginan UAS (Ustad Abdul Somad) dia setuju,” ujar Yandri di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta, Rabu (8/8).

Akan tetapi, Abdul Somad sudah menyatakan tidak ingin menjadi cawapres. Dia bersikukuh tetap berada di jalur dakwah. Dengan demikian, pilihan lain dari Prabowo yakni memaksa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi cawapresnya. “Kalau nggak setuju Prabowo tetap merayu Anies,” katanya.

Mantan Danjen Kopassus itu masih memiliki pilihan terakhir jika Anies tetap menolak. Yakni memastikan Sandiaga Uno mau menjadi cawapresnya. “Mungkin opsi ‎yang lain dengan Sandi,” tutur Yandri.

Sayang, PAN agak keberatan dengan mengusulkan nama Sandiaga Uno. Oleh sebab itu pihaknya bakal membicarakan bersama dengan para DPW PAN. “Ya lihat saja nanti, kita kan belum tahu dari Prabowo gimana,” katanya.

Yandri menegaskan, sampai saat ini PAN masih mengusahaan Prabowo Subianto bisa menggandeng Zulkifli Hasan menjadi cawapres. Pasalnya PAN menolak kalau Prabowo mengandeng Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri ataupun AHY. “Jadi ini masih terbuka didiskusikan di partai koalisi,” pungkasnya. (lip/kcm/gwn/JPC)