ASRI : Podomoro Golf View berlokasi di Cimanggis sangat strategis, bebas macet, karena berada tepat di exit Tol Cimanggis, 19 KM dari Cawang dan dapat dijangkau hanya dengan 30 menit dari bandara Halim Perdanakusuma.
ASRI : Podomoro Golf View berlokasi di Cimanggis sangat strategis, bebas macet, karena berada tepat di exit Tol Cimanggis, 19 KM dari Cawang dan dapat dijangkau hanya dengan 30 menit dari bandara Halim Perdanakusuma.

DEPOK – Hunian yang terintegrasi dengan sarana transportasi publik saat ini menjadi hal yang sangat penting. Terutama di daerah Jabodetabek, yang terkenal sudah sangat padat. Jumlah penduduk yang terus meningkat disertai dengan bertambahnya volume kendaraan, membuat perkotaan semakin macet. Sebagian besar masyarakat pun terpaksa menghabiskan waktu lebih banyak di perjalanan.

Adanya sarana transportasi massal yang praktis dan bebas macet menjadi vital saat ini. Menurut Asst Vice President Marketing Podomoro Golf View, Alvin Andronicus mengatakan, melihat kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang nyaman, eksklusif, private, strategis, dan terkoneksi dengan sarana transportasi massal. Kini Agung Podomoro Land sebagai pengembang yang telah berpengalaman lebih dari 49 tahun dalam membangun berbagai hunian rumah, apartemen, mall, hingga superblock, membangun sebuah kawasan kota baru yang dilandasi oleh riset yang mendalam di Selatan Jakarta. 

Berkonsep superblock, namun tetap nyaman dengan view 360⁰ hijau alami, kini dapat terwujud di Podomoro Golf View. Sebuah kawasan hunian seluas 60 HA yang dikelilingi oleh 3 lapangan golf, yang menjadikannya 360⁰ Nature Green dengan udara bersih yang segar.

Kawasan ini, kata Alvin juga dilalui Sungai Cikeas yang menambah keindahan estetika dan menjadikannya daya tarik tersendiri. Kawasan Podomoro Golf View juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas kota, seperti stasiun LRT (Light Rail Transit) dalam kawasan, park and ride, F&B Riverside, street mall, modern market, commercial area, jogging track, children playground, sarana ibadah, serta berbagai fasilitas pendidikan.

Terletak di Selatan Jakarta, Podomoro Golf View berlokasi sangat strategis, bebas macet, karena berada tepat di exit Tol Cimanggis, 19 KM dari Cawang dan dapat dijangkau hanya dengan 30 menit dari bandara Halim Perdanakusuma,” terang Alvin  kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Podomoro Golf View, merupakan kawasan yang mengusung konsep easy to reach, easy to mobile, kemudahan akses dan sarana hidup, kepraktisan, serta kenyamanan dari penghuninya dalam mobilisasi sangat diperhatikan. Di samping lokasinya yang mudah di jangkau dengan berkendara pribadi, kawasan ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang transportasi umum seperti stasiun LRT dalam kawasan, shuttle bus, dan Park and Ride yang menjadi muara (transfer point) dari seluruh transportasi massal seperti Trans Jakarta dan bus umum lainnya, yang akan sangat memudahkan penghuni berpergian ke mana saja dengan nyaman.

Podomoro Golf View, sambungnya terletak di Cimanggis-Depok dimana kawasan ini dikelilingi berbagai universitas ternama seperti UI, universitas Gunadarma, Pancasila, dan IISIP. Kawasan ini juga bersebelahan dengan rencana pengembangan 20 HA sekolah Kolese Kanisius. Selain fasilitas pendidikan di sekitar kawasan, penghuni dimanjakan pula oleh berbagai sarana pendidikan dalam kawasan. Bahkan, Podomoro Golf View mengusung konsep walk to school-walk to campus karena sekolah YPI Al-Azhar, Sekolah Karakter, dan universitas Gunadarma dalam kawasan ini dapat dijangkau oleh buah hati para penghuni hanya dengan berjalan kaki saja. “Konsep ini tentunya akan menjadi culture yang sehat bagi anak-anak, dan sangat memudahkan para orang tua dalam memberikan pendidikan berkualitas dengan keamanan kawasan 24 jam,” beber Alvin.

Sebelumnya, Presiden Direktur Agung Podomoro Land, Cosmas Batubara dalam acara peresmian Podomoro Golf View pada 21 April 2018 lalu mengaku, bangga ditunjuk pemerintahsebagai pengembangan transfer point TOD (Transit Oriented Development)  operator Gunung Putri. “Kami tentu bangga dan bersyukur ditunjuk menjadi operator transfer point TOD, yang memberikan banyak manfaat kepada masyarakat luas,” katanya singkat.

Sementara, Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna menilai, manfaat pembangunan kawasan TOD sangat banyak. “Manfaatnya sangat banyak, multifungsi. Bisa dikembangkan sebagai tempat tinggal, tempat usaha, atau kegiatan publik lainnya. Dengan model mixed used, orang bisa merasakan membeli apartemen “hadiahnya” kereta api karena (akses) bisa langsung kereta api,” jelasnya.

Dia mencontohkan Singapura. Selain dapat mengatasi masalah lalu lintas, juga berpotensi menumbuhkan perekonomian kawasan. Ke depan akan terjadi redistribusi fungsi, menjadikan wilayah luar jakarta sebagai kawasan bisnis, perkantoran dan sebagainya. Keberadaan TOD akan membuat perjalanan dan waktu semakin efektif. “Orang tak perlu lagi beli mobil, mikirin bayar parkir mobil, juga lebih efektif waktu, efektif dalam perjalanan.” Yayat menambahkan.

Meski demikian, Yayat menilai kerjasama antara pemerintah dan swasta, bagus dalam pengembangan TOD. Keberadaan LRT ini tentunya juga akan banyak memotong biaya transportasi yang biasanya dikeluarkan, apabila menggunakan kendaraan pribadi. Dengan demikian penghuni dapat menghemat lebih banyak hal seperti tenaga, biaya, dan waktu sehingga dapat memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga.(hmi)