RAMA SAKTI/RADAR DEPOK MASIH BISA BERUBAH: Ketua PPS Kelurahan Sukmajaya, Mulyadi (dua dari kiri) membacakan berita acara DPSHP di rapat pleno tingkat kelurahan, kemarin.
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
MASIH BISA BERUBAH: Ketua PPS Kelurahan Sukmajaya, Mulyadi (dua dari kiri) membacakan berita acara DPSHP di rapat pleno tingkat kelurahan, kemarin.

DEPOK – PPS Kelurahan Sukmajaya di Kecamatan Sukmajaya telah merampungkan peng-inputan daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP). Sebanyak 20.663 jiwa masuk dalam daftar pemilih sementara.

Dengan rincian laki-laki 10.207 jiwa dan perempuan 10.456. Data ini masih bisa berubah hingga penetapan daftar pemilih tetap (DPT).

“Data ini rujukannya DPT pilgub kemarin. Ditambah pemilih baru,” kata Ketua PPS Kelurahan Sukmajaya, Mulyadi kepada Radar Depok usai rapat pleno di aula kelurahan, Senin (13/8).

Mulyadi menyatakan, PPS akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat yang belum terdaftar. Hal ini dilakukan agar tingkat partisipasi masyarakat melebihi pemilu sebelumnya.

“Kepada setiap pengurus lingkungan pun kita sampaikan supaya mengingatkan warga yang belum terdaftar,” tandas Mulyadi.

Di tempat yang sama, Sekretariat PPK Kecamatan Sukmajaya, H. Mulyadi mengimbau kepada Sekretariat PPS agar lebih membantu tugas PPS. Sebab pada pemilu 2019 mendatang tugas PPS akan lebih berat dibanding pilgub.

“Kalau pilgub kemarin jumlah TPS 46, pilgub besok jadi 89 TPS. Nah, 89 TPS dikalikan lima kotak suara, berapa sibuknya nanti PPS,” katanya.

Kemudian Mulyadi mengingatkan kepada PPS untuk lebih mengintensifkan bimtek KPPS. Supaya meminimalisir terjadi kesalahan.

“Juga kepada pimpinan partai politik untuk menyosialisasikan warga yang belum terdaftar, segera lapor ke PPS. Berkaca dari pemilu yang sudah-sudah, tingkat partisipasi di Kecamatan Sukmajaya selalu 66 persen. Tidak ada kenaikan partisipasi. Artinya kita di peringkat ke sembilan,” kata Mulyadi. (ram)