SANI/RADAR DEPOK BABAK PENYISIHAN: Salah satu vokal grup dari SMPN 1 Depok menampilkan kebolehannya di atas panggung saat kegiatan Lomba Vokal Grup Lagu Perjuangan yang diselenggarakan oleh Kesbangpol, kemarin.
SANI/RADAR DEPOK
BABAK PENYISIHAN: Salah satu vokal grup dari SMPN 1 Depok menampilkan kebolehannya di atas panggung saat kegiatan Lomba Vokal Grup Lagu Perjuangan yang diselenggarakan oleh Kesbangpol, kemarin.

DEPOK – Menyambut HUT ke-73 RI, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Depok menggelar Lomba Vokal Grup Lagu Perjuangan. Sebanyak 10 kelompok dari 28 peserta yang ikut serta masuk ke grand final , Sabtu (11/8) mendatang.

Kasi Ideologi Wawasan Kebangsaan Kantor Kesbangpol, Erwin Sutan Muda mengatakan, kegiatan ini sudah menjadi ajang tahunan yang diselenggarakan sejak tiga tahun lalu. Tujuannya, untuk mengajarkan siswa yang notabenenya dikalangan remaja supaya mengetahui lagu-lagu kebangsaan yang ada di Tanah Air Indonesia.

“Zaman sekarang apa-apa serba gadget, mereka kebanyakan tahunya lagu remaja mancanegara. Dengan menggaungkan lomba ini wawasan anak tentang lagu nasional jadi berkembang,” kata Erwin kepada Radar Depok, kemarin.

Antusias peserta lomba melonjak dibanding perhelatan tahun lalu. Dengan peningkatakan ini, lanjut Erwin, menandakan bahwa semangat kreativitas anak-anak yang memiliki jiwa seni dapat semakin terasah. Ditambah keingintahuan mereka untuk mencoba lagu-lagu baru turut meningkat.

“Ini adalah satu cara untuk membangkitkan semangat pelajar di Jaman Now untuk mempertahankan Indonesia dari pengaruh yang dibawa oleh masyarakat luar negeri. Nanti pemenangnya juga akan tampil pada upacara HUT RI di Balaikota Depok,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu seniman tanah air yang dipercaya menjadi Juri, Koko Thole menuturkan, lomba ini merupakan cara yang tepat untuk menanamkan sikap kebangsaan kepada pelajar. Menurutnya, anak jaman sekarang lebih cenderung tidak ingin diberikan edukasi melalui pidato.

“Cenderung membosankan bagi mereka, lebih baik dengan kegiatan ini disampaikan melalui budaya dan seni, tetapi tidak menghilangkan sisi nasionalismenya,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, SMPN 1 Depok turut ambil andil dalam lomba ini. Kepala SMPN 1 Depok, Nandang Hernadilaga mengatakan, pihak sekolah sangat antusias dengan perlombaan ini. Selain menunjukkan kreativitas siswa, juga mencerdaskan anak bangsa.

“Persiapan hanya dua hari, namun tetap all out penampilannya. Harapannya kami juara, dan masukkan untuk Kesbangpol untuk lebih mensosialisasikan tentang lomba ini ke sekolah, supaya yang ikut juga semakin meningkat,” pungkas Nandang. (san)