IST FOR RADARDEPOK TURUT SERTA: Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung mewakili Komunitas Peduli Air dari DAS Ciliwung saat penandatanganan naskah kesepakatan peran nyata perguruan tinggi dalam perlindungan dan optimalisasi fungsi SSDEW dan Sumber Daya Air Permukaan lainnya di aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha No.10, Bandung, Selasa (31/7)
IST FOR RADARDEPOK
TURUT SERTA: Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung mewakili Komunitas Peduli Air dari DAS Ciliwung saat penandatanganan naskah kesepakatan peran nyata perguruan tinggi dalam perlindungan dan optimalisasi fungsi SSDEW dan Sumber Daya Air Permukaan lainnya di aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha No.10, Bandung, Selasa (31/7)

Yayasan Sahabat Ciliwung mewakili Komunitas Peduli Air dari DAS Ciliwung mengikuti workshop “Peran nyata perguruan tinggi dalam perlindungan dan optimalisasi fungsu sungai, situ, embung, waduk (SSDEW) dan sumber air permukaan lainnya” di aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha No.10, Bandung.

Laporan : Ricky Juliansyah

Sebagai wadah bagi para pecinta lingkungan di Kota Depok, khususnya yang berkegiatan di Sungai Ciliwung, Yayasan Sahabat Ciliwung terus fokus untuk mewujudkan Ciliwung Lestari, dan juga sungai-sungai yang ada di Kota Depok lainnya agar terbebas dari sampah dan limbah.

Tidak hanya berkegiatan melakukan pembersihan dan menyulap sungai menjadi salah satu destinasi wisata edukasi sungai dan alam, Yayasan Sahabat Ciliung bersama komunitas lain yang tergabung didalamnya juga terus memperbarui pengetahuannya dan langkah mereka untuk terus berbuat demi kelestarian Sungai Ciliwung dan sungai-sungai yang ada di Kota Depok.

Yang terbaru, mereka berkesempatan untuk mengikuti workshop “peran nyata perguruan tinggi dalam perlindungan dan optimalisasi fungsu sungai, situ, embung, waduk (ssdew) dan sumber air permukaan lainnya” di aula Timur Kampus ITB, Jalan Ganesha No.10, Bandung.

“Alhamdulillah kami berkesempatan mengikuti whokshop yang sangat bermanfaat ini mewakili  Komunitas Peduli Air dari DAS Ciliwung,” kata Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung, Hidayat.

Workshop yang diprakarsai kementerian ini dilaksanakan selama dua hari ini, sambung Dayat, dalam rangka meningkatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, akademisi, swasta dan komunitas dalam upaya penyelamatan air.

Sebab, diperlukan adanya pembahasan bersama mengenai komitmen aksi nyata yang dituangkan dalam Launching Aksi Nyata Perlindungan dalam Optimalisasi Fungsi SSDEW dan Sumber Air Permukaan lainnya.

Undangannya sendiri lintas kementerian, seperti Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman, Kementerian Bidang Perekonomian, Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian BUMN dan Kementerian Ristekdikti.

Kemudian dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN), BUMN dan Komunitas Peduli Air.

“Di sana ada penandatanganan naskah kesepakatan peran nyata perguruan tinggi dalam perlindungan dan optimalisasi fungsi SSDEW dan Sumber Daya Air Permukaan lainnya. Kami bersyukur dapat menjadi wakil DAS Ciliwung, karena mendapat ilmu baru dari diskusi yang nantinya akan diaplikasikan di Ciliwung dan sungai yang ada di Kota Depok,” kata Dayat. (*)