IST/RADAR DEPOK SERIUS : Walikota Depok Mohammad Idris bersama Ketua TP PKK Depok Elly Farida menandatangani deklrasi perlindungan anak sekampung, di puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 tingkat Kota Depok.
IST/RADAR DEPOK
SERIUS : Walikota Depok Mohammad Idris bersama Ketua TP PKK Depok Elly Farida menandatangani deklrasi perlindungan anak sekampung, di puncak perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2018 tingkat Kota Depok.

DEPOK – Pemerintah Kota Depok berkomitmen terhadap perlindungan anak. Di perhelatan Hari Anak Nasional (HAN) 2018, Kota Depok mendeklarasikan Perlindungan Anak Sekampung. Menariknya saat deklarasi, Pemkot Depok melakukan doa bersama dan menggalang dana untuk bencana di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Deklarasi ini menjadi komitmen kami dalam memberikan perlindungan terhadap anak, dengan menolak segala bentuk kekerasan pada anak dan anggota keluarga lainnya seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, dan eksploitasi,” ujar Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA), Sri Utomo kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Deklarasi ini ditujukan dan berlaku untuk seluruh masyarakat. Baik untuk pihak pengusaha, pemerintah, media, dunia usaha, atau pun warga Depok pada umumnya. “Kita sama-sama sepakat dan mendeklarasikan perlindungan anak-anak sekampung. Kita siap melindungi anak, menjaga anak, dari segala kekerasan yang disebutkan dalam deklarasi tersebut,” ucapnya.

Maksud sekampung adalah, pada area Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), kelurahan, kecamatan, atau pun hingga kota. Semua komponen masyarakat, jelas Sri, harus memiliki komitmen itu. “Tidak dibeda-bedakan, intinya lingkungan harus selalu mendukung perlindungan anak,” tegasnya.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris mengungapkan, deklrasi ini diharapkan empat elemen ikut serta mendukung Depok meraih KLA. ”Tanpa empat elemen ini KLA di Depok tidak akan berjalan, artinya butuh membangun bersama,” kata Idris.

Sementara itu, Pemerintah Kota Depok  mengalang  dana untuk Lombok yang mengalami bencana gempa. Hal ini Sebagai bentuk kepedulian dan prihatin Pemerintah kota Depok pada bencana yang baru-baru ini terjadi di Lombok.

Pemerintah Kota Depok berhasil kumpulkan Rp700 juta lewat penggalangan dana dari warga Depok baik dari sekolah-sekolah maupun lembaga-lembaga perusahaan. “Jumlah yang kami terima sudah hampir Rp700 juta dari para warga Depok, dan dananya kami alokasi lewat lembaga-lembaga represntatif baik lembaga sosial atau pemerintah,” ucapnya.

Idris mengatakan, akan lakukan penggalangan dana ke sekolah-sekolah sebagai bentuk pengajaran, pada anak-anak Depok untuk peduli dan prihatin akan anak-anak di Lombok.

“Saya ingin mengajak anak-anak kita bilang kepada ayahnya, mamahnya, bahwa kita juga harus peduli, ditengah kegembiraan di hari anak. Agar anak diajar untuk perihatan keadaan sedih dan pilu akan apa yang diderita oleh anak anak di Lombok atau NTB, nah kita ajak anak anak ini,” ucapnya.

Idris mengatakan, akan lebih maksimalkan penggalangan dana bagi anak-anak korban gempa bumi di Lombok. Tidak hanya dari sekolah-sekolah, pemkot juga akan menggalang dana dari perusahaan dan lembaga lainnya.

“Kami akan sosialisasikan terkait penggalangan dana ini, kita kasih alamat rekeningnya agar bisa transfer resmi dengan Ketua Badan Bantuan Bencana Pemkot Depok yang diketuai Seketaris Daerah Depok nantinya,” ucapnya.(irw)