INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK KERJA SAMA: Warga bahu-membahu memotong hewan kurban di RW05, Kelurahan/Kecamatan Tapos.
yamaha-nmax
INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
KERJA SAMA: Warga bahu-membahu memotong hewan kurban di RW05, Kelurahan/Kecamatan Tapos.

Momen Idul Adha tahun ini seperti biasanya seluruh umat Muslim yang ada di Kota Depok mengadakan kegiatan potong hewan kurban yang dilakukan di seluruh wilayah yang ada di Kota Depok. Seperti halnya warga RW05 Tapos yang juga turut memotong kurban.

LAPORAN: INDRA ABERTNEGO SIREGAR

Di halaman Masjid Hamidatul Mujahidin RW05, Tapos, tampak para panitia pemotongan hewan kurban sedang sibuk memotongi daging sapi di bawah sebuah tenda yang tersedia. Ada yang memotong tulang belulang sapi dengan mesin pemotog, ada yang menguliti kepala sapi dengan pisau hingga tinggal tengkoraknya.

Peluh yang membasahi dahi tak dirasa lagi oleh mereka meski terik mentari tetap menembus atap tenda yang dipasang oleh panitia. Namun tak ada wajah lelah terpasang atau sungut – sungut yang keluar dari bibir mereka. Hanya ada wajah gembira dan senyum ceria yang terlontar dari para petugas pemotongan hewan kurban.

Di anatara petugas pemotongan, tampak Ketua RW 05 Tapos bernama Roni juga turut membantu mencincang daging – daging sapi. Sambil menjagal hewan tersebut, dia mengatakan bahwa kurban kali ini mereka memotong lima ekor sapid an delapan ekor kambing. “Nanti dagingnya kita bagi untuk 580 orang warga di RW ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, seluruh hewan kurban yang dipotong di wilayahnya merupakan hewan yang sehat dan dibeli langsung dari peternakanya. “Sudah dinyatakan sehat semua oleh petugas dinas peternakan,” sambungya.

Di tempat yang sama, Ketua LPM Tapos, Dedi Wiyati yang meninjau lokasi pemotongan mengatakan, dirinya sangat senang melihat pelaksanaan pemotongan kurban di RW 05 tersebut. Menurutnya kekompakan warga dan panitia sangat tinggi, terbukti semua turut berpartisipasi dalam memotong kurban. “Kegiatan kurban ini merupakan pelaksanaan syariat islam serta sebagai pengingat bagi orang mampu untuk berkurban,” ujanya.

Dia menambahkan, kesadaran berkurban warga juga terus mengalami peningkatan dengan banyaknya partisipasi swadaya warga dalam membeli hewan kurban. “Alhamdulilah masyarakat masih menjalankan perintah Allah dengan baik,” tuturnya. (*)