AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK DIPROTES WARGA : Suasana pabrik pewangi laundry yang diprotes warga di kawasan Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
DIPROTES WARGA : Suasana pabrik pewangi laundry yang diprotes warga di kawasan Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru, Kecamatan Pancoranmas.

DEPOK – Konflik antar warga Perumahan Pesona Madani dengan CV Mawar Cipta Mandiri (MCM), di Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB),  Pancoranmas sepertinya akan segera berakhir. Kemarin, pabrik yang memproduksi deterjen laundry itu mengklaim sudah menghentikan produksi.

Pengelola CV Mawar Cipta Mandiri, Rubadi mengaku, telah menghentikan operasional pabrik. Pabrik juga akan segera pindah dari lokasi yang sekarang di Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapanjaya Baru (RJB), Pancoranmas. “Sejak beredar pemberitaan di Harian Radar Depok, Jumat (3/8) kami telah menghentikan operasional, dan kami berencana akan pindah lokasi produksi,” kata Rubadi kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Rubandi mengklaim, telah memiliki ijin dari pemerintah, dia juga mengatakan sebenarnya konflik dengan warga telah lama selesai, melalui sejumlah mediasi yang dilaksanakan dengan pihak pemerintah. “Sebenarnya sudah selesai konflik dengan warga, kami juga telah mendapat kesepakatan, tapi seolah warga tidak kooperatif,” terang Rubadi.

Dia juga mengatakan, alasan yang disampaikan oleh warga tidak masuk akal. Belum lagi dampak dari wewangian yang mampu menusuk hidung menurutnya tidak benar. “Sempat salah satu warga kami ajak periksa ke dokter untuk mengetahui penyebabnya, tapi warga menolak. Kalau benar itu terjadi mungkin karyawan kami sudah banyak yang mati,” terang Rubadi.

Sementara itu, terpisah kuasa hukum warga perumahan Pesona Madani, Ibnu Abas mengatakan, sejak Kamis (2/8) warga sudah melaporkan terkait adanya tidak pidana yang dilakukan CV MCM ke Polresta Depok.

“Kami juga sudah bertemu dan berdiskusi dengan Unit Reskrimsus POlresta Depok. Selanjutnya Proses pidana kami serahkan sepenuhnya kepada Penyidik Unit Reskrimsus Polresta Depok,” ujar Ibnu Abas.

Menurutnya, pada prinsipnya pihak warga melaporkan dugaan terjadinya tindak pidana di bidang lingkungan hidup. Karena tidak adanya Izin Lingkungan, dan tindak pidana kesehatan karena tidak adanya izin edar dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Kami sangat berharap, pihak penegak hukum dalam hal ini Reskrimsus Polresta Depok dapat mengusut dugaan tindak pidana yang dilaporkan warga Pesona Madani. Ini kami lakukan agar tegaknya hukum dan keadilan sekaligus memberikan efek jera terhadap perorangan atau Badan Usaha,” tutup dia.(rub)