AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK SILATURAHMI : Anggota DPD RI, Ayi Hambali saat melakukan pertemuan dengan para pedagang di kawasan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI : Anggota DPD RI, Ayi Hambali saat melakukan pertemuan dengan para pedagang di kawasan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, kemarin.

DEPOK – Upaya pedagang Pasar Kemirimuka dalam mempertahankan haknya dapat dukungan dari wakil rakyat pusat. Kemarin, secara sengaja Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat (Jabar)  RI, Ayi Hambali mendatangi Pasar Kemirimuka untuk sama-sama membantu pedagang mempertahankan tanah Negara.

Kepada Harian Radar Depok, Ayi mengaku, mengagumi kegigihan pedagang Pasar Kemirimuka untuk tetap mempertahankan lahan pasar Kemirimuka, agar tetap dikelola oleh pemerintah.

DPD RI juga menurutnya, akan segara melakukan rapat dengan pihak Pemprov Jabar, Pemkot Depok, dan DPD RI membahas terkait proses hukum yang akan ditempuh. Dia juga mengatakan, setelah berdiskusi dengan pihak Pemkot Depok, Pemkot Depok juga sedang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terkait sengketa lahan Pasar Kemirimuka.

“Kan pedagang sudah menemukan novum baru berupa SK Gubernur yang menyatakan tanah tersebut merupakan tanah Negara,” kata Ayi.

Sehingga dengan demikian, pihaknya akan segera merumuskan untuk membuat rapat dengan Pemprov Jabar, dan Pemkot Depok. Selama ini SK terkait penetapan Lahan Pasar Kemirimuka belum dicabut, dan itu bisa dijadikan novum baru di PK.

“Kami akan rapat dengan gubernur dan walikota, untuk membuktikan kebenaran SK, jika surat itu masih berlaku, dan belum di cabut, tanah itu masih menjadi milik pemerintah,” tegas Ayi.

Dengan demikian, dia meminta agar para pedagang di Pasar Kemirimuka bersikap tenang menghadapi masalah hukum yang sedang dijalani. Seperti sidang derden verzet, karena Pemkot juga telah mengajukan PK.

Dia juga mengatakan, berdasarkan Peraturan Walikota lahan Pasar Kemirimuka sudah ditetapkan sebagai pasar dalam Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah Kota Depok. Sehingga tidak mungkin lahan tersebut dibuat pusat bisnis, atau pusat perbelanjaan modern.

“Sudah tidak ada lagi yang kita khawatirkan, pedagang tetap menjadi pedagang di Pasar Kemirimuka. Seandainya pedagang kalah, pihak swasta juga tidak boleh membangun selain pasar,” tegasnya.

Sementara, Ketua Gabungan Pedagang Pasar Kemirimuka, Mursadat mengatakan, sangat berterimakasih atas dukungan dan perhatian dari DPD RI, karena selama ini pedagang terus berjuang untuk mempertahankan tanah Negara, dengan harapan pedagang masih bisa berjualan di lokasi tersebut. “Kami berterima kasih, semoga para pedagang bisa tetap berjualan dan menggantungkan hidupnya di Pasar Kemirimuka,” tandas Mursadat.(rub)