RICKY/RADAR DEPOK ORASI POLITIK: Ketua Divisi KIP DPP Partai Demokrat, Rudi Kadarisman saat memberikan motivasi kepada pengurus baru DPC Partai Demokrat Kota Depok periode 2018-2023 bersama Bacaleg dalam acara konsolidasi, tasyakuran dan pengumuman nomor urut Bacaleg di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda.
RICKY/RADAR DEPOK
ORASI POLITIK: Ketua Divisi KIP DPP Partai Demokrat, Rudi Kadarisman saat memberikan motivasi kepada pengurus baru DPC Partai Demokrat Kota Depok periode 2018-2023 bersama Bacaleg dalam acara konsolidasi, tasyakuran dan pengumuman nomor urut Bacaleg di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda.

DEPOK – Ketua Divisi Keamanan Internal Partai DPP Partai Demokrat, Rudi Kadarisman menilai partainya akan menjadi kunci bagi terbentuknya koalisi dalam Pilpres 2019 mendatang. Terlebih, saat ini Gerindra dan PAN telah merapat ke partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu, dan rencananya PKS pun akan menyusul untuk membangun kekuatan tersebut.

“Demokrat terus menjalin komunikasi dengan partai politik lain, bahkan dengan PKS sekali pun. PKS sebelumnya berkoalisi dengan Gerindra dengan intens, artinya yang bertemu dengan kami adalah Gerindra, maka bisa menyatukan presepsi dengan koalisi Gerindra dan Partai Demokrat. Konsepnya bukan semata bagi-bagi kursi, namun lebih kepada sebuah kepentingan bangsa,” kata Rudi kepada Radar Depok.

Menurut Rudi, koalisi yang dibangun merupakan koalisi kemapanan. Di mana, ada konteks pembaharuan dan perbaikan untuk bangsa Indonesia. Terkait PKS, Rudi mengungkapkan, komunikasi partainya dengan PKS sudah berjalan baik dan dalam waktu dekat ini akan melakukan komunikasi kembali.

Rudi menambahkan, Demokrat selalu membuka komunikasi dengan siapa saja, meskipun ketika nanti akan head to head dan tidak bicara poros ketiga. Sebab, menurut Rudi, tiap partai selalu mencari peluang di dalam berkoalisi.

“Komunikasi kami dengan Jokowi telah kami ciptakan dalam satu tahun ini. Tidak pernah Pak SBY menawarkan AHY menjadi wapres Jokowi atau apa, komunikasi politik itu tetap dijaga,” kata Rudi.

Kemudian, Partai Demokrat harus menjadi alternatif sebagai parpol yang memiliki tiket cukup baik. Kata Rudi yang juga pembina Majelis Pertimbangan Karang Taruna (MPKT) Nasional ini.

“Kami yakin Prabowo hari ini bukan Prabowo yang dulu, akan tetapi Prabowo yang baru, karena memiliki kepentingan bagaimana membangun bangsa dan menyelesaikan persoalan bangsa ini,” ujarnya.

Ia meyakini, koalisi Demokrat, Gerindra, PAN dan PKS akan terbentuk. Namun, kata dia, bahwa ini merupakan politik yang bisa berubah kapan saja. Ia juga menegaskan, Partai Demokrat dalam pertemuan kemarin dengan Gerindra sama sekali tidak membahas dan menentukan capres maupun cawapres.

“Setelah menyatukan presepsi maka akan menjadi haknya presiden terpilih untuk menentukan wapres. Misalnya Pak Prabowo memilih siapapun di situ asalkan memiliki konsep dan pemahaman yang sama tentu kami setuju saja,” ucap Rudi. (cky)