SANI/RADAR DEPOK HEBAT: Dini Gabriella (dua dari kanan) bersama dengan Kepala SMAN 7 Depok, Zarnifatma (dua dari kiri) dan guru-gurunya.
SANI/RADAR DEPOK
HEBAT: Dini Gabriella (dua dari kanan) bersama dengan Kepala SMAN 7 Depok, Zarnifatma (dua dari kiri) dan guru-gurunya.

DEPOK – Dini Gabriella, siswa kelas XII IPS 1 SMAN 7 Depok mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak bisa sembarangan siswa untuk bisa meraihnya.

Dini yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Fera Carolina dan Dani Pane, menjadi salah satu dari 65 siswa se-indonesia yang mengikuti pertukaran pelajar ke negara Spanyol yang diadakan oleh AFS.

Dini menceritakan, dirinya selama 10 bulan menjalani program tersebut, dengan tinggal secara homestay di Valencia, Spanyol. Selama waktu itu, Dini banyak mengikuti proses pembelajaran di IES Jaume 1, yakni sekolah di Spanyol yang setingkat dengan SMA di Indonesia. Tidak hanya sekedar memahami tentang proses belajar di Negeri Matador tersebut, tetapi juga menjelaskan tentang pendidikan yang ada di Indonesia kepada rekan-rekannya dari negara lain.

“Jadi, dalam pertukaran pelajar ini, tidak hanya dari Indonesia saja, tetapi dari beberapa negara. Yang berada di Valencia ada Amerika, Jerman, Thailand, dan beberapa negara lainnya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Dini mengatakan, dari selama mengikuti proses pembelajaran di IES Jaume 1, Dini mendapatkan sebuah hal baru dalam proses pembelajaran. Dimana, siswa bisa menentukan sendiri mata pelajaran yang akan diikutinya. Sehingga, dalam tiga bulan pembelajaran, siswa tidak mendapatkan banyak materi dari berbagai mata pelajaran, dan siswa bisa fokus dan mendalam dengan apa yang mereka minati.

Dini mengaku suka dengan mata pelajaran literatur dan filosofi selama mengikuti proses pembelajaran di IES Jaume 1.

“Disana tiap harinya proses pembelajaran dimulai dari pukul 08:00 sampai 14:00. Disana menerapkan sistem triwulan, bukan semester, jadi pertiga bulan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 7 Depok, Zarnifatma mengatakan, ini adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk siswanya. Karena, bisa belajar pendidikan negara lain, bahkan bisa mendapatkan pengalaman hidup dengan budaya yang berbeda. Nantinya, Dini akan berbagi pengalamannya tersebut dengan siswa yang lainnya.

“Mungkin saja, ada siswa yang berpotensi untuk ikut dalam program tersebut, tetapi mereka tidak tahu caranya. Jadi, nanti Dini akan berbagi pengalaman dengan siswa yang lainnya,” terangnya. (san)