PEBRI/RADAR DEPOK KEAGAMAAN: Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (depan dua kiri), dan Kasi Pelayanan di KCD II Provinsi Jawa Barat, Satari dalam kegiatan Salat Duha berjamaah dan dzikir bersama, Rabu (8/8).
PEBRI/RADAR DEPOK
KEAGAMAAN: Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin (depan dua kiri), dan Kasi Pelayanan di KCD II Provinsi Jawa Barat, Satari dalam kegiatan Salat Duha berjamaah dan dzikir bersama, Rabu (8/8).

DEPOK – Meningkatkan karakter siswa, yakni dalam segi keagamaan, SMKN 2 Depok menerapkan hal baru, yakni dengan mengadakan salat duha dan dzikir bersama dihalaman sekolah. Ini menjadi hal baru di tahun ajaran 2018-2019, karena sebelumnya penerapan tersebut, diadakan di kelas masing-masing sebelum proses kegiatan belajar mengajar. Tetapi, untuk kali ini diadakannya bersama-sama di lapangan sekolah.

Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, kegiatan keagamaan tersebut, tidak hanya untuk siswa beragama Islam saja, tetapi juga diadakan untuk siswa non muslim. Seperti siswa yang beragama Kristen, mereka mengadakan doa pagi bersama. Karena, intinya adalah penguatan karakter yang berlandaskan pada keagamaan.

“Sementara ini, diterapkannya pada hari Rabu dan Jumat, tetapi kedepannya akan diterapkan setiap hari,” ucapnya kepada Radar Depok, Rabu (8/8).

Tatang menuturkan, tidak seluruh siswa dari kelas X, XI, dan XII ikut serta dalam kegiatan tersebut, karena ada beberapa siswa yang sedang menjalankan praktek kerja industri (Prakerin). Menurunya, pembentukan karakter membutuhkan proses yang panjang, karena semua adalah pembentukan kebiasaan.

“Ini adalah sebuah program baru yang diterapkan di tahun ajaran 2018-2019, jadi mereka salat berjamaah di lapangan,” terangnya.

Sementara itu, Komite SMKN 2 Depok, menuturkan, kedepannya tidak hanya siswa saja yang akan ikut serta dalam pembentukan karakter keagamaan tersebut. Tetapi, juga akan menyertakan orang tua siswa. Jadi, selain orang tua mendapatkan kegiatan keagamaan di sekolah, itu juga jadi ajang silaturahmi antara orang tua dengan pihak sekolah.

“Orang tua juga jadi bisa mengetahui kegiatan apa yang dilakukan anaknya di sekolah, dan orang tua bisa mendukung kegiatan tersebut dengan menerapkannya juga di rumah,” jelasnya. (peb)