DEPOK – Digelarnya sidang Derden Verzet ternyata mulai menguliti siapa yang benar dan salah, terkhusus terlawan III Koperasi Pasar Bina Karya. Teranyar, salah satu pendiri Koperasi Pasar Bina Karya, Efendi Ghani mempertanyakan status M Syahrir yang seolah memojokan dalam persidangan.

Kepada Harian Radar Depok, Efendi Ghani mengatakan, saat memberi keterangan dalam persidangan, dia memang sebut tidak ada lagi yang mau memberikan kesaksian pada saat itu. Sehingga dia mau memberikan kesaksian karena ada surat panggilan dari pengadilan. “Dulu Syahrir kemana, kenapa sekarang baru muncul dan berkoar-koar,” kata Efendi Ghani kepada Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, M Syahrir malah pergi ke Tenggarong, dan tidak mengurus Koperasi Bina Karya Pasar kemirimuka. “Dia (M Syahrir) juga pergi ke Tenggarong, dan membiarkan Pasar Kemirimuka, baru sekarang ada konflik dia datang,” terangnya.

Terkait memberikan keterangan palsu, dia tidak mau disalahkan. Saat itu memang tidak ada orang koperasi yang mau memenuhi panggilan pengadilan. Sehingga dia mau memenuhi panggilan persidangan.

“Kalau saya dianggap memberi keterangan palsu, dan tidak sah mewakili Koperasi Bina Karya Pasar Kemirimuka, silahkan salahkan hakim yang saat itu memimpin persidangan. Karena sebelum sidang kan legalitas saya diperiksa sehingga diperbolehkan memberikan keterangan,” terangnya.

Selain itu, kepemimpinan M Syahrir juga patut dipertanyakan, menurutnya berdasarkan AD ART Koperasi Pasar Bina Karya Pasar Kemirimuka, ketua terpilih hanya memiliki waktu lima tahun untuk menjabat sebagai ketua Koperasi Bina Karya.

“Iya memang dia terpilih sebagai ketua sejak tahun 1991 sampai 1996, tapi setelah itu apakah dia terpilih lagi. Saya juga mempertanyakan keabsahan M Syahrir bisa terpilih sebagai ketua, apakah ada berita acaranya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, jawaban Terlawan III, Koperasi Pasar Bina Karya dalam sidang mendengarkan jawaban terdakwa tak disangka-sangka. Selasa (31/7), di sidang lanjutan Derden Verzet sengketa lahan Pasar Kemirimuka, Beji.

Koperasi Pasar Bina Karya menolak pernyataan Efendi Gani selaku pendiri koperasi dalam memberikan keterangan sidang sebelumnya di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Koperasi Pasar Bina Karya, M Syahrir mengatakan, pihak Koperasi Pasar Bina Karya menolak pernyataan Koperasi Bina Karya yang sebelumnya disampaikan Efendi Gani, pada persidangan Kamis (28/6) dan persidangan Kamis (12/7).

“Efendi Gani tidak memiliki kapasitas untuk menjawab kepentingan Koperasi Bina Karya dalam persidangan,” kata M Syahrir kepada Harian Radar Depok.

Dia juga mengatakan, tindakan Efendi Gani pada perkara no.36/Pdt.G/2009/PN.Bgr Jo No.256/Pdt/2010.Pt.Bdg Jo. No.695K/Pdt/2011 Jo. No.476PK/Pdt/2013 yang sudah memiliki ketetapan hukum inkrah, adalah tindakan individual tanpa koordinasi dengan Koperasi Pasar Bina Karya.

Efendi hanya pendiri, dan pengurus koperasi masih ada. Tidak ada satupun ketentuan yang menyatakan badan pendiri bisa dapat mewakili kepentingan hukum koperasi,” kata M Syahrir.

Sementara itu, upaya pedagang Pasar Kemirimuka dalam mempertahankan haknya dapat dukungan dari wakil rakyat pusat. Selasa (7/8), secara sengaja Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Barat (Jabar)  RI, Ayi Hambali mendatangi Pasar Kemirimuka untuk sama-sama membantu pedagang mempertahankan tanah Negara.(rub)