IRWAN/RADARDEPOK BANYAK TAK HADIR: Ketua RW12 Kelurahan Limo bersama Kabid Satpol PP Depok Kusomo sedang berbincang saat datang ke lokasi RW12, Jumat (10/8).
IRWAN/RADARDEPOK
BANYAK TAK HADIR: Ketua RW12 Kelurahan Limo bersama Kabid Satpol PP Depok Kusomo sedang berbincang saat datang ke lokasi RW12, Jumat (10/8).

DEPOK – Lantaran tim terpadu yang dijadwalkan hadir Jumat (10/8), hanya dihadiri perwakilan Satpol PP Depok, membuat penghuni Graha Cinere kecewa. Walhasil, penghuni menilai perbaikan dan pengadaan fasos-fasum di perumahan Graha Cinere, dan penindakan pelanggaran perijinan perumahan Cinere Park View berjalan lambat.

Ketua RW12 Kelurahan Limo, Yacob Tulam Saragih menegaskan, penuntasan dua masalah tersebut jauh dari harapan masyarakat. Sebab, tidak adanya kekompakan antar dinas terkait dalam melaksanakan tupoksi. Jadi, berdampak terhadap mandeknya tindak lanjut penanganan masalah yang harus dituntaskan PT Megapolitan Developments Tbk selaku pengembang Graha Cinere dan Cinere Park View.

“Kami sudah menempuh berbagai langkah, agar pemerintah segera menuntaskan soal pengadaan fasos-fasum Graha Cinere dan pelanggaran perijinan Cinere Park View. Tapi yang terjadi tidak berjalan mulus. Lemahnya sinergitas antar dinas membuat warga kecewa,” terangnya kepada Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, rencana sidak tim terpadu di perumahan Cinere Park View, Jumat (10/8). namun, yang hadir saat itu hanya Kabid Satpol PP, Kusumo. Sementara perwakilan dinas lainnya tidak datang, begitu juga saat dilaksanakan rapat rencana pembongkaran bangunan rumah di perumahan Cinere Park View, Dinas Perijinan tidak hadir.

Yakob mengaku pesimis atas penuntasan dua masalah yang sedang terjadi diwilayahnya. Penindakan tidak dilanjutkan secara serius, bahkan terkesan setengah hati. “Banyak sandiwara yang terkesan sengaja membuat lambat proses penindakan. Contohnya seperti saat PPNS meminta bukti perubahan site plan kepada Dinas terkait ternyata tidak diberikan. Jelas ini ada unsur kesengajaan,” pungkas Yacob. (irw)